
Renungan 27 Februari 2023, Bacaan Alkitab Ayub 19.
MEMANDANG WAJAH-MU
Ayub 19
Mazmur 17:15. Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Lawan dari memandang adalah berpaling. Dalam Kejadian 4:16, Kain memalingkan muka dari Allah. Hasilnya, garis keturunan Kain musnah pada zaman Nuh. Memandang wajah Allah adalah berkat, sedangkan memalingkan muka dari Allah adalah kematian.
Ayub adalah orang benar yang mengalami hal yang terburuk. Kehilangan harta dan anak-anaknya. Kesehatannya memburuk. Sahabat-sahabatnya malah menuduhnya berdosa. Ayub orang benar, tetapi mengapa Allah membiarkan Ayub menderita? Kaki kita masih menginjak tanah yang terkutuk. Manusia diciptakan dari debu tanah. Ada gen debu di tubuh kita.
Rasul Paulus yang memiliki karunia kesembuhan pun, ada duri dalam dagingnya. Pengkhotbah 12:7 menuliskan, bahwa unsur debu pada akhirnya akan mati dan mengalami penderitaan. Unsur roh kita yang akan diselamatkan. Kita semua pernah mengalami masa sukar, mungkin seperti yang dialami Ayub. Ayub menyatakan, bahwa penderitaannya tidak berkaitan dengan dosa tapi karena kedaulatan Allah.
Pertolongan seperti apa yang diharapkan oleh orang yang menderita? Berharap Allah datang dengan mukjizat dan menyelesaikan masalah dengan instan. Namun, jawaban Allah tidak selalu yang kita inginkan. Ayub tidak kehilangan fokus, ia menyadari kesalahannya, ketika merasa Allah bertindak tidak adil. Ia yakin Allah akan datang menolongnya. Oleh karena Allah yang mengizinkannya menderita, pasti Allah akan menolongnya. Akhirnya Allah memulihkannya, bahkan lebih baik dari sebelumnya.
Orang yang tak bersalah pun bisa menderita. Akibat dosa, manusia tidak dapat memandang Allah. 1 Korintus 13:12-13 menyatakan, bahwa sekarang kita melihat cermin yang kabur, tetapi kemudian kita akan melihat dengan jelas. Ada iman, pengharapan, dan kasih. Terbesar di antaranya ialah kasih. Hiduplah dalam kasih itu.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau selalu memandang wajah-Mu, dengan hidup dalam kasih-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Imamat 27; Markus 4:1-20.
Renungan 27 Februari 2023, Bacaan Alkitab Ayub 19.
27 , 27 Februari 2023, 2023, Februari, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung