
Renungan 21 Februari 2023, Bacaan Alkitab Ester 3.
KONSEKUENSI
Ester 3
Roma 9:30. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman.
Berbahagialah orang-orang yang menyadari konsekuensi- konsekuensi pilihan dalam hidupnya. Haman adalah orang Agag, keturunan Amalek. Saul telah menerima gratifikasi dari raja Agag, sehingga orang Amalek ada yang lolos. Raja Saul tidak pernah tahu, bahwa setelah bertahun-tahun kematiannya, bangsa Yahudi nyaris dimusnahkan akibat keputusannya. Waktu Saul membiarkan raja Agag hidup, Samuel marah karena ia tahu konsekuensi yang akan ditanggung kelak. Ketika Mordekhai tidak mau sujud kepada Haman, orang Agag, akhirnya Haman bernujum mencari hari sial bangsa Yahudi. Raja setuju akan pemusnahan bangsa Yahudi, karena bangsa Yahudi berbeda dengan bangsa lain.
Semua keputusan yang kita ambil mengandung konsekuensi karenanya kita harus memikirkannya. Kita mau berjalan bersama Tuhan atau berjalan sendiri. Konsekuensi menjadikan kita dewasa. Bukan Tuhan yang menghukum, tetapi kita yang menghukum diri sendiri, karena setiap keputusan memiliki konsekuensinya sendiri.
Berpeganglah pada firman Tuhan supaya pilihan kita benar. Hidup penuh dengan pilihan-pilihan. Pilihan itu membawa ke konsekuensi selanjutnya. Konsekuensi membuat kita menjadi bijak. Abraham menjadi bapa orang percaya bukan karena benar salah, tetapi karena ia percaya dan tahu konsekuensinya.
Apakah kita tahu konsekuensi dari iman kita? Ketaatan kepada firman Tuhan membuat kita sadar akan ada konsekuensi. Pikirkan konsekuensi ke depan. Kita akan memperoleh kebenaran karena iman. Percayakan setiap keputusan kita kepada firman Tuhan oleh iman.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar aku berpegang pada firman-Mu, agar aku bijak mengambil keputusan. Amin.”
Bacaan Setahun: Imamat 16; Matius 28.
Renungan 21 Februari 2023, Bacaan Alkitab Ester 3.
21 , 21 Februari 2023, 2023, Februari, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Berpeganglah pada firman Tuhan supaya pilihan kita benar. Hidup penuh dengan pilihan-pilihan. Pilihan itu membawa ke konsekuensi selanjutnya. Konsekuensi membuat kita menjadi bijak. Abraham menjadi bapa orang percaya bukan karena benar salah, tetapi karena ia percaya dan tahu konsekuensinya.
Apakah kita tahu konsekuensi dari iman kita? Ketaatan kepada firman Tuhan membuat kita sadar akan ada konsekuensi. Pikirkan konsekuensi ke depan. Kita akan memperoleh kebenaran karena iman. Percayakan setiap keputusan kita kepada firman Tuhan oleh iman.
Berpeganglah pada firman Tuhan supaya pilihan kita benar. Hidup penuh dengan pilihan-pilihan. Pilihan itu membawa ke konsekuensi selanjutnya. Konsekuensi membuat kita menjadi bijak. Abraham menjadi bapa orang percaya bukan karena benar salah, tetapi karena ia percaya dan tahu konsekuensinya.
Apakah kita tahu konsekuensi dari iman kita? Ketaatan kepada firman Tuhan membuat kita sadar akan ada konsekuensi. Pikirkan konsekuensi ke depan. Kita akan memperoleh kebenaran karena iman. Percayakan setiap keputusan kita kepada firman Tuhan oleh iman.
GBI Pasir Koja 39 Bandung