Renungan Harian (07 Mei 2016)

07REVIVAL  DI AZUSA STREET

1 Korintus 1:18-31

1 Korintus 1:28. “Dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,”

Tanggal 14 April 1906, seorang pengkhotbah keturunan Afrika bernama William J. Seymour, mengadakan sebuah kebaktian di sebuah gudang tua di Azusa Street 312 di Los Angeles, California. Kebaktian tersebut menjadi permulaan sebuah revival besar yang berlangsung tanpa jeda selama 3 tahun, yang ditandai oleh tanda-tanda mujizat dan bahasa lidah.

Revival di Azusa Street menyulut sebuah kegerakan besar, sebuah kegerakan yang jarang terlihat dalam sejarah kekristenan.  Kebaktian dimulai setiap jam 10 pagi dan diteruskan hingga nyaris tengah malam. Dalam kebaktian-kebaktian tersebut, pria dan wanita, kaya dan miskin, kulit putih dan kulit hitam, dijamah dan dipenuhi kuasa Roh Kudus. Tidak ada alat musik dan buku hymne, tidak ada persembahan. William Seymour biasanya terlihat hanya berdoa hingga wajahnya tertelungkup ke tanah. Khotbah biasanya sangat sederhana dan langsung menohok topik penyucian dan kekudusan; pertobatan dan pengenalan Tuhan secara pribadi.

Banyak kesaksian menceritakan bagaimana mereka dijamah dan diubahkan secara pribadi oleh Roh Kudus. Bukan hanya California yang merasakan dampak luar biasa dari kegerakan ini. Sebuah kegerakan yang dimulai dari seorang yang tidak terpandang dan sangat sederhana. Satu hal yang ingin saya garis bawahi dari kegerakan ini adalah isu rasial. Pada zaman itu, orang kulit putih merasa sebagai ras yang lebih baik, lebih terpandang, lebih beradab, dan lebih berpendidikan. Duduk dekat orang kulit berwana saat itu sudah menjadi tabu. Dapat Anda bayangkan ketika Allah memilih seorang kulit hitam, tak berpendidikan, dan sangat sederhana untuk memimpin sebuah kegerakan tingkat dunia.

Sesuatu yang kita dapat pelajari dari kisah ini adalah; Allah tidak memandang muka.  “…dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.” (1 Kor 1:28). Bila Anda sedang terpuruk saat ini secara finansial, atau ras minoritas, jangan berkecil hati! Bila Allah memilih seorang yang tak berarti menurut sudut pandang dunia ini untuk suatu kegerakan besar di Azusa Street, Allah juga sedang membentuk Anda menjadi seorang yang luar biasa, jika Anda tidak menyerah dan terus mencari Tuhan.

Doa: “Kami percaya, bahwa Engkau sanggup mengurapi kami, sehingga kami dapat menjadi alat yang memuliakan nama-Mu di dalam hidup kami. Terima kasih, ya Roh Kudus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …