Roma 8:1-17
Roma 8:11 “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”
Doktrin Kristen mengajar jelas mengenai Allah Tritunggal, Bapa, Anak dan Roh Kudus. Namun terkadang kita melupakan mengenai kedudukan Roh Kudus. Apakah Roh Kudus itu seperti kekuatan tak terlihat? Ataukah seperti radar? Apakah Ia hidup? Apakah ia adalah pribadi seperti juga Bapa dan Anak? Banyak pengajaran palsu dan bidat mengira, bahwa mereka tahu tentang Roh Kudus, padahal sebenarnya tidak. Saksi Yehova mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah zat tak terlihat. Mormon mengajarkan bahwa ia adalah penggambaran pria dari darah dan daging. Mereka salah.
Alkitab memiliki banyak referensi tentang Roh Kudus, dan penelitian singkat membukakan banyak karakteristik unik tentang Roh Kudus.
Roh Kudus disebutkan setara dengan Bapa dan Anak – Matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Roh Kudus adalah seorang pribadi (Roma 8:11).
Roh Kudus dapat berduka – Yesaya 63:10 “Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.”
Roh Kudus memiliki kehendak – Roma 8:27 “Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.”
Roh Kudus dapat berbicara – Kis. 8:29 “Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”
Dari pembahasan di atas, jelaslah bahwa Roh Kudus memiliki identitas pribadi, bukan hanya sekedar zat. Tetapi ajaran-ajaran sesat cenderung mengabaikan ayat-ayat ini dan memberitahukan kita, bahwa Roh tidak lebih dari sekedar zat atau kekuatan. Belajarlah bekerja sama dengan Roh Kudus agar hidup kekristenan Anda menjadi maksimal.
Doa: “Terima kasih ya Roh Kudus untuk karya-karya-Mu dalam hidup kami. Kami terus hidup sesuai dengan tuntunan-Mu agar kehidupan kekristenan kami menjadi maksimal.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
