
Renungan 21 Desember 2022, Bacaan Alkitab Yohanes 3:14-17.
HADIAH NATAL TERBESAR
Yohanes 3:14-17
Yohanes 3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kasih Allah kepada umat-Nya lebih dari sekadar perasaan saja, karena kasih yang bernilai kekal itu juga telah diwujudkan-Nya dalam diri Anak-Nya, Yesus Kristus. Kehebatan kasih-Nya kepada umat-Nya, yang menjadi nyata dalam segala tindakan dan karya-Nya, serta kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berkurang kualitasnya.
Kasih setia Allah telah menjadikan Israel umat pilihan, yaitu dengan cara menebus mereka dari perbudakan Mesir sesuai dengan janji Allah kepada nenek moyang mereka. Kasih setia juga yang membuat Allah mengikatkan diri-Nya kepada umat-Nya dengan perjanjian Sinai. Ikatan anugerah tersebut ialah agar betapa pun Israel berontak, sehingga Allah harus menghajar mereka dengan keras, Dia tetap pada akhirnya menyelamatkan mereka.
Kesetiaan dan kasih Allah yang hebat dan yang tidak mendatangkan murka-Nya pada dosa manusia dan kelemahan manusia berdosa, sebaliknya, karena kuasa rahmat-Nya: kasih-Nya hebat atas kita. Ini terjadi karena kasih dan rahmat yang tercurah kepada mereka melampaui apa yang pantas mereka dapatkan, kasih-Nya kuat, Allah mengaruniakan Putra tunggal-Nya. Kasih-Nya besar untuk mengampuni dosa-dosa yang besar dan untuk mengerjakan keselamatan yang besar. Itulah kasih yang terbesar, kita mempunyai Allah yang sudah memberikan Kristus Anak-Nya yang tunggal.
Doa: “Ajar aku untuk tetap menikmati dan menghargai kasih-Mu yang terbesar itu yaitu Yesus Kristus. Amin.”
Bacaan Setahun: Mikha 1-3; Wahyu 9.
Renungan 21 Desember 2022, Bacaan Alkitab Yohanes 3:14-17.
21 , 21 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung