Renungan 16 Desember 2022

Renungan 16 Desember 2022 - ALLAH ADALAH KASIH - Firman Tuhan menyatakan, bahwa Allah itu kasih. Tidak dikatakan, bahwa Allah memiliki kasih - gbi pasir koja 39 bandung

Renungan 16 Desember 2022, Bacaan Alkitab 1 Yohanes 4:7-21.

ALLAH ADALAH KASIH

1 Yohanes 4:7-21

1 Yohanes 4:8. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Firman Tuhan menyatakan, bahwa Allah itu kasih. Tidak dikatakan, bahwa Allah memiliki kasih, tetapi Ia adalah kasih. Sadarkah Anda, bahwa Allah memikirkan kita, bahkan sebelum Ia menciptakan dunia? Sesungguhnya, itulah alasan Ia menciptakan alam semesta.

Kasih Allah kepada kita tidak bersyarat. Ia mengasihi kita sama besarnya, baik manakala kita berada di masa-masa yang sulit juga di masa indah. Kasih-Nya tetap meski di saat kita tidak merasakan-Nya. Allah mengasihi kita tanpa memedulikan penampilan, suasana hati, perbuatan atau pikiran kita. Segala sesuatu akan berubah di sepanjang hidup kita, kecuali kasih-Nya. Kasih Allah bersifat konstan, teguh, dan tidak berkesudahan. Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan Allah mengasihi Anda, juga sebaliknya kasih-Nya sama besarnya ketika Anda melakukan banyak perbuatan baik. Karena, kasih-Nya berdasarkan karakter-Nya, bukan berdasarkan perilaku kita.

Inilah Kabar Baik itu. Ketika Ia terpaku di atas kayu salib, dengan tangan terentang lebar, Tuhan Yesus mengungkapkan, “Aku sangat mengasihimu. Terlalu sangat mengasihimu sehingga rela memberikan nyawa-Ku bagimu.”

Di musim Natal ini, apabila kita melihat gambar salib, ingatlah betapa Anda dan saya sangat dikasihi-Nya. Karenanya, jika kita telah mengalami kasih-Nya dan mengenal Dia, maka kita pun wajib mengasihi Dia dan sesama kita.

Doa: “Tuhan Yesus terima kasih untuk kasih-Mu padaku. Karenanya, aku mau mengasihi-Mu di atas segalanya juga mengasihi sesama kami. Amin.”

Bacaan Setahun: Yoel 1-3; Wahyu 2.

 

Renungan 16 Desember 2022, Bacaan Alkitab 1 Yohanes 4:7-21.

16 , 16 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini 

Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …