Renungan 03 Desember 2022

Renungan 03 Desember 2022 - ALLAH MEMBERI SEMUA - Allah memberi kepada dunia yang terbaik, yang termahal, yang terbesar, yang tak tertandingi - GBI Pasior Koja 39 Bandung

Renungan 03 Desember 2022, Bacaan Alkitab Roma 8:31-34.

ALLAH MEMBERI SEMUA

Roma 8:31-34

Roma 8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Allah memberi kepada dunia yang terbaik, yang termahal, yang terbesar, yang tak tertandingi, yang tak terkatakan, yaitu Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus.

Mengapa Allah mau memberikan Anak-Nya?

Pertama, karena pelanggaran dan dosa-dosa kitalah Dia rela mengorbankan Anak-Nya, Yesus Kristus, lahir ke dunia, mati di atas kayu salib dan bangkit pada hari ketiga, naik ke sorga menyediakan tempat bagi kita. Pemberian Allah yang terbesar inilah yang akan menuntun kita kepada kekekalan, daripada kebutuhan kita sehari-hari yang hanya sementara (Rom. 8:38).

Kedua, pemberian Allah terbesar ini adalah jaminan untuk pemberian-pemberian-Nya yang lain. Filipi 4:19: Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Ia memberi karena Ia sangat mengasihi kita (Yoh. 3:16). Jika Ia memberi yang termahal, maka kita boleh yakin bahwa Dia akan membuka pemberian-pemberian-Nya yang lain kepada kita.

Jemaat Tuhan, apalagi yang kurang dari Allah? Dia sudah berikan semuanya, mari kita selalu bersyukur, jangan banyak mengeluh, percaya saja, dan lihatlah bagaimana Allah memelihara kehidupan kita sampai hari ini.

Doa: “Terima kasih untuk pemberian terbaik dan termahal bagi kami, ya Allah. Kami percaya akan kasih-Mu. Amin.”

Bacaan Setahun: Yehezkiel 40-41; 1 Petrus 4-5.

 

Renungan 03 Desember 2022, Bacaan Alkitab Roma 8:31-34.

03 , 03 Desember 2022, 2022, Desember, Renungan Harian

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini 

Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …