Bahan Care Cell Mei 2016

carecellPertemuan 1

ROH KUDUS

Dikuasai Roh atau daging?

Galatia 5:16-26; 6:6-18

Perikop ini merupakan penjelasan Alkitab tentang dua jenis buah kehidupan. Yang pertama adalah buah keinginan daging dan yang kedua adalah buah Roh.

  1. Buah keinginan daging.
  2. Buah-buah kedagingan (manusia lama) kita adalah dosa dan hal-hal memalukan. Itu sebabnya Allah mengaruniakan Roh Kudus saat kita percaya, sehingga manusia lama kita hilang kuasanya. Dan kita harus memandang bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan bersama-sama Kristus dan kini kita hidup sebagai manusia baru.
  3. Orang yang hidup di dalam keinginan daging akan menghadapi konsekuensi yang serius, yaitu: “tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah” (Gal. 5:21).
  4. Satu-satunya hal yang harus dilakukan terhadap keinginan daging adalah menyalibkannya (Gal. 5:24).
  5. Buah Roh
  6. Bukanlah karakter alamiah kita, melainkan sifat-sifat Kristus yang terbentuk di dalam kehidupan kita melalui pekerjaan Roh Kudus. Karena itu pekerjaan Roh Kudus maka kita harus memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus.
  7. Kalau kedagingan menghasilkan hal-hal yang busuk dan memalukan, sebaliknya buah Roh membuat kehidupan kita menjadi manis.

Buah mana yang akan muncul di dalam kehidupan kita, ditentukan pada apa yang kita tabur/beri makan. Seseorang bertanya kepada Pendeta, karena ia merasa di dalam dirinya selalu ada peperangan antara anjing hitam dan anjing putih. Lalu ia ditanya, “Setiap kali terjadi peperangan antara anjing hitam dan anjing putih di dalam diri Anda, anjing manakah yang menang?” “Tergantung, pak…” jawab orang itu. “Kalo yang kuberi makan anjing hitam, yang menang ya yang hitam. Kalo yang kuberi makan yang putih, ya pasti yang putihlah yang menang.” Mengakhiri percakapan mereka, lalu Pendeta itu berkata, “Ya kalo begitu kamu beri makan saja anjing yang putih.”

Demikian pula di dalam kehidupan kita. Kita harus memberi makan manusia baru kita setiap hari, sehingga manusia baru kita bertumbuh dalam iman dan menjadi kuat. “Barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Gal. 6:8-9).

Bahan diskusi dan penerapan

  1. Jika diberi nilai 1 sampai 10 tentang hidup yang dipimpian oleh Roh Kudus. Berapakah nilai yang Anda berikan untuk diri Anda sendiri? Mengapa Anda memberi nilai demikian, sharingkan dalam care sel.
  2. Menurut Anda bagaimanakah cara hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus?

Pertemuan 2

Roh Kudus, kunci hidup berkemenangan

Roma 8:35-37

Menang mempunyai beberapa arti:

  • Dapat mengalahkan musuh/lawan,
  • Lulus dalam ujian,
  • Unggul ketika mengikuti suatu pertandingan sehingga mendapat hadiah.

Salah satu contoh orang yang dicatat mengalami kemenangan adalah Daud. Alkitab berkata “Tuhan memberi kemenangan kepada Daud kemanapun ia pergi berperang” (1 Taw. 18:13b). Daud disebut pemenang, karena ia telah memenuhi tiga syarat di atas.

Pertama, ia mengalahkan musuh. Musuh-musuh yang dihadapi Saul dan Daud adalah bangsa-bangsa yang sama, yaitu Filistin, Moab, Aram, Edom, Amalek dll (1 Taw. 18:1-11). Peperangan yang tidak pernah diselesaikan oleh Saul dalam waktu lebih dari sepuluh tahun, dapat diselesaikan oleh Daud hanya dalam waktu singkat. Hal itu terjadi karena Daud mengandalkan pengurapan Roh Kudus.

Sama seperti musuh yang dihadapi Daud tidak berbeda dengan musuh yang dihadapi Saul sebelumnya. Demikian juga musuh kita pun sekarang tidak berbeda dengan musuh-musuh yang dihadapi oleh orang Kristen mula-mula pada zaman Perjanjian Baru. Musuh-musuh itu adalah setan (Ef. 6:12), dunia atau hawa nafsu (Gal. 5:19-21), kehidupan yang bertumpu pada indera kita (melihat dengan mata jasmani) dan bukan dengan mata iman. Seperti Samuel yang melihat dengan mata jasmani (I Sam. 16:7).

Kedua, ia juga telah lulus dalam setiap ujian. Daud diurapi saat berusia tiga belas tahun, dan pada usia tiga puluh tahun barulah ia menjadi raja. Selama kurun waktu tujuh belas tahun, ia mengalami banyak ujian iman terutama karena Saul berusaha untuk membunuhnya. Walaupun Daud memperoleh kesempatan untuk membunuh Saul sampai dua kali, tetapi ia tidak melakukannya. Ia lulus dalam ujian itu.

Alkitab berkata bahwa kita pun akan menghadapi berbagai-bagai ujian (Yak. 1:2-3), tetapi Tuhan berjanji untuk menyertai dan memberikan jalan keluar sehingga kita bisa melewatinya dengan penuh kemenangan (I Kor.10:13).

Ketiga, ia unggul dalam pertandingan iman yang dihadapinya. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi Daud merupakan suatu pertandingan iman yang harus ia lalui, tetapi ia selalu menang karena senantiasa mengandalkan pimpinan dan pengurapan Roh Kudus. Zakharia 4:6 berkata, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.”

Bahan diskusi dan penerapan

  1. Mengapa menang dalam ujian iman adalah hal penting dalam kehidupan orang Kristen?
  2. Mengapa peran Roh Kudus demikian penting dalam setiap ujian iman kita?

Pertemuan 3

Membangun hidup intim dengan Roh Kudus

II Kor. 13:13

Roh Kudus adalah salah satu pribadi dari Allah Tritunggal. Karena Roh Kudus adalah satu pribadi maka Ia juga senantiasa ingin bergaul karib dengan kita. Sekarang kita dimungkinkan untuk bergaul karib setiap hari dengan Roh Kudus karena Roh Kudus telah diutus untuk mendiami kita (I Kor. 6:19). Supaya kita dapat bergaul karib dengan Roh Kudus, maka ada hal yang harus kita lakukan, yaitu:

  1. Kesadaran bahwa Roh Kudus diam di dalam kita dan ada bersama kita sampai selama-lamanya (Yoh. 14:16-17). Jika kita menyadari bahwa Roh Kudus menyertai kita, maka sikap hidup kita pasti akan berbeda. Kita akan selalu waspada dan berhati-hati agar sikap, tindakan atau perkataan kita tidak akan membuat Roh Kudus berduka. Kita akan berusaha melakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Nya. Bahkan ketika menghadapi masalah sekalipun hati kita akan kuat sebab kita tahu bahwa ada pribadi Allah yang terus menyertai kita dan diam di dalam kita.
  2. Menyambut Roh Kudus dengan melibatkan Dia dalam segala aspek hidup kita. Libatkan Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan kita, Ia akan dengan senang hati memberikan pertolongan dan berkat.
  3. Jangan hidup dikuasai dosa. Roh Kudus adalah pribadi yang kudus. Kita tidak bisa bergaul dengan pribadi yang kudus jika tetap hidup di dalam dosa. Tinggalkan setiap dosa dan jangan mau dikuasai dosa lagi, maka Anda akan semakin merasakan keintiman yang nyata dengan Roh Kudus.
  4. Seringlah berkomunikasi dengan Roh Kudus. Bagaimanapun komunikasi adalah sarana untuk meningkatkan hubungan antar pribadi, demikian juga dengan Roh Kudus. Untuk itu sediakanlah waktu-waktu khusus setiap hari untuk berdoa, membaca Alkitab dan beribadah kepada Roh Kudus. Dan biasakan juga untuk berkomunikasi dengan Roh Kudus dalam setiap aktivitas Anda.

Akibat bergaul intim dengan Roh Kudus adalah:

  1. Anda akan semakin peka dan lebih mudah mengikuti pimpinan-Nya. Banyak orang dalam Alkitab yang biasa mendengar suara Roh Kudus, sehingga mereka mengerti pimpinan Roh Kudus di dalam hidup mereka. Misalnya:
  2. Ananias, sebelumnya ia takut melayani Paulus tetapi kemudian ia melayani Paulus karena ia telah mendengar suara Tuhan (Kisah. 9:10-19a).
  3. Jemaat di Antiokhia tahu siapa yang harus diutus dari antara mereka untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi karena mereka telah mendengar suara Roh Kudus (Kisah. 13:1-3).
  4. Paulus dan Barnabas mengubah haluan pelayanan mereka dari Bitinia ke Makedonia, karena menerima penglihatan dari Roh Kudus (Kisah. 16:6-10).
  5. Anda akan menerima pengurapan Roh Kudus. Pengurapan Roh Kudus akan:
  6. Memberi kemampuan kepada Anda untuk berkemenangan dan melayani dengan kuasa (Kisah. 10:38).
  7. Membuat Anda berhasil dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari (Mzm. 23:5-6)

Bahan diskusi dan penerapan

  1. Pernahkah Anda mendengar suara Roh Kudus? Sharingkanlah
  2. Menurut Anda, bagaimana seorang Kristen dapat meningkatkan kepekaannya terhadap suara Roh Kudus?

Pertemuan 4

Aplikasikan dan kobarkan karunia-karunia Roh

1 Kor. 12:1-11

Untuk membuat kita menjadi efektif dalam pelayanan, Tuhan melengkapi kita dengan berbagai karunia Roh. Karunia-karunia Roh hanya diberikan kepada orang percaya. Itulah sebabnya karunia Roh sering disebut perlengkapan istimewa. Setiap orang percaya memiliki paling sedikit satu karunia Roh. Tujuan diberikannya karunia-karunia Roh adalah:

  1. Untuk membangun tubuh Kristus. Jadi bukan diberikan untuk kesombongan atau kemegahan diri. Beberapa orang salah mengerti tentang karunia yang diberikan Tuhan kepada mereka. Mereka merasa hebat dengan karunia yang ada padanya, atau menganggap orang lain remeh, karena tidak memiliki karunia seperti dirinya. Gereja disebut juga tubuh Kristus. Seperti tubuh terdiri dari banyak anggota, demikian juga gereja Tuhan terdiri dari banyak anggota. Tempat kita di dalam tubuh Kristus adalah berdasarkan karunia yang diberikan kepada kita oleh Roh Kudus. Jika satu anggota tubuh dipisahkan dari yang lain, maka anggota tubuh itu menjadi tidak dapat berfungsi. Anggota tubuh juga tidak dapat dipaksa untuk melakukan sesuatu yang bukan fungsinya, tentu saja anggota tubuh itu tidak akan maksimal. Untuk itu kita perlu mencari karunia-karunia apa yang Tuhan berikan kepada kita.
  2. Supaya orang percaya mencapai kesempurnaan/keutuhan/kesatuan iman dan pengetahuan akan Yesus. Melalui karunia-karunia yang berlainan yang diberikan-Nya Roh Kudus menolong kita untuk melihat kebenaran dan diri Yesus secara utuh. Karena pekerjaan Roh Kudus adalah untuk memimpin kita kepada seluruh kebenaran dan untuk memberitahukan apa yang diterima-Nya dari Tuhan Yesus (Yoh. 16:12-15).
  3. Kedewasaan Kristen atau keserupaan dengan Kristus. Tanpa karunia-karunia Roh Kudus, orang Kristen tidak akan dapat mencapi kedewasaan rohani.

Rasul Paulus yang diilhami Roh Kudus menulis kepada jemaat di Korintus supaya mereka mengetahui kebenaran tentang karunia Roh Kudus (1 Kor. 12:1). Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menghendaki jemaat tidak mengerti tentang karunia-karunia Roh Kudus. Ada 9 karunia yang diberikan Roh Kudus kepada orang percaya (1 Kor. 12:7-11).

  • Karunia perkataan hikmat, contoh penggunaannya:
  • Untuk memecahkan masalah yang rumit, Mis: 1 Raj 3:16-28. Menghadapi para penganiaya (Mat 10:18-19). Menjawab pertanyaan yang menjebak saat kita memberitakan Injil, contoh: bayar pajak kepada Kaisar atau tidak (Luk 20:20-26).
  • Karunia perkataan marifat (pengetahuan), contoh penggunaannya:
  • Menyatakan dosa yang tersembunyi agar dia bertobat, contoh: Wanita Samaria (Yoh 4:17-18), kelicikan Gehazi (2 Raj 5:26), kebohongan Ananias dan Safira (Kis. 5:3,4). Menerangi pikiran untuk mengerti (Luk 24:45). Menemukan barang yang hilang (1 Sam 9:3-6,19-20)
  • Karunia iman, diberikan untuk:
  • Dengan tenang bisa menghadapi tantangan/ancaman besar, seperti Daniel dengan tenang menghadapi singa-singa di dalam gua (Ibr. 11:33). Melakukan proyek-proyek raksasa dengan berhasil, contoh: Nuh berhasil membuat bahtera raksasa dengan iman (Ibr. 11:7), Paul Yonggi Cho membangun gereja terbesar di dunia.
  • Karunia menyembuhkan, diberikan untuk:
  • Menyembuhkan orang yang sakit, entah itu fisik, jiwa (pikiran, mental) sehingga hati orang dipersiapkan untuk menerima berita Injil, contoh: ketika Petrus menyembuhkan orang yang lumpuh lebih dari 40 tahun (Kis. 4:22), akibatnya orang banyak menjadi percaya (Kis. 5:14).
  • Karunia mujizat, diberikan untuk:
  • Membuktikan Allah itu hidup dan berkuasa, contoh: ketika Elia menurunkan api dari langit di gunung Karmel (1 Raj. 18).
  • Mujizat bisa berupa kelepasan dan kesembuhan (Kis. 4:22; 5:15), mujizat melampaui hukum alam, contoh: mengubah air menjadi anggur (Yoh. 2) bahkan membangkitkan orang mati (Kis. 9:36:43).
  • Ketika mujizat terjadi, hal itu menimbulkan takut akan Allah di dalam hati banyak orang, contoh: ketika Laut Teberau terbelah dua (Kel. 14:31), dan menghantarkan banyak orang untuk menerima keselamatan sebagaimana terlihat dalam sepanjang Kitab Kisah Para Rasul.
  • Karunia nubuat, diberikan untuk:
  • Menyampaikan isi hati Allah kepada jemaat melalui perkataan yang digerakkan oleh Roh Kudus
  • Bertujuan untuk membangun, menasihati dan menghibur jemaat (1 Kor. 14:3),
  • Juga untuk menyampaikan hal-hal yang akan datang, contoh: Nabi Agabus bernubuat bahwa akan terjadi bencana kelaparan sehingga murid-murid tahu bagaimana mengantisipasinya (Kis. 11:27-29). Nabi Agabus juga menubuatkan bahwa Paulus akan mengalami aniaya (Kis. 21:10-14).
  • Karunia membedakan roh, diberikan untuk:
  • Membedakan suatu gejala, penyakit, pengajaran (perkataan) apakah itu berasal dari Allah, setan atau pikiran manusia belaka.
  • Contoh: Paulus mengetahui bahwa kemampuan supranatural seorang wanita di Filipi adalah berasal dari setan (Kis. 16:16-18). Elisa maupun Petrus mengetahui ada roh dusta di balik perkataan seseorang (2 Raj. 5:19-27; Kis. 5:1-11).
  • Karunia bahasa roh, diberikan untuk:
  • Meneguhkan iman pribadi dan mengembangkan komunikasi yang tanpa batas
  • dengan Allah (1 Kor. 14:41)
  • Aturannya: paling banyak 3 orang yang diijinkan berkata-kata dengan karunia bahasa roh secara bergantian dalam satu kebaktian untuk ditafsirkan sehingga iman jemaat dibangun (1 Kor. 14:28)
  • Karunia menafsirkan bahasa roh, diberikan untuk:
  • Menafsirkan bahasa roh yang tidak dimengerti ke dalam bahasa yang dimengerti oleh jemaat sehingga iman jemaat dibangun.

Bahan diskusi dan penerapan

  1. Sudahkah Anda mengetahui karunia apa yang diberikan Roh Kudus kepada Anda?
  2. Menurut Anda, bagaimana cara yang efektif untuk mengetahui apa karunia yang Roh Kudus berikan kepada Anda?

Oleh: Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …