
Renungan 29 November 2022, Bacaan Alkitab Ibrani 3:1-6.
SETIA SAMPAI AKHIR
Ibrani 3:1-6
Ibrani 3:6. Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.
Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengandung pernyataan bersyarat yang perlu menjadi perhatian semua orang percaya dan sekaligus mengingatkan kita semua, bahwa keselamatan kita pun bersyarat. Dikatakan bahwa Kristus adalah kepala rumah dan orang percaya adalah rumah-Nya. Allah telah mengutus Yesus kepada kita dan menjadikan-Nya Imam Besar bagi kita. Dan Yesus setia kepada Allah seperti Musa. Ia melakukan semua pekerjaan yang dikehendaki Allah di rumah-Nya.
Musa selalu setia di rumah Allah seperti seorang hamba. Ia telah menyampaikan yang hendak diberitahukan Allah pada masa yang akan datang. Namun, pernyataan ini tidak berhenti sampai di situ saja. Pernyataan ini dilanjutkan dengan sebuah persyaratan, bila kita tetap teguh sampai pada akhirnya.
Peringatan untuk tetap teguh adalah sebuah penanda bahwa hidup orang percaya tidaklah sesederhana garis lurus, demikian juga dengan keselamatan yang adalah hadiah bagi mereka yang percaya merupakan hal yang harus dijaga dan dikerjakan dengan sungguh. Dengan kata lain, firman ini ingin mengingatkan akan banyaknya gangguan, godaan dan pergumulan yang dapat menggoncang keteguhan orang percaya. Harus ada usaha yang dilakukan setiap orang percaya agar ditemui tetap teguh sampai akhirnya.
Dengan demikian kita tidak serta merta dapat berbuat seenaknya meskipun keselamatan sudah dijamin. Bila kita sudah mengerti firman dan aturan sorgawi, namun masih tetap menyimpang dan berbuat dosa, maka kita harus berhadapan dengan didikan Tuhan. Bila kita rela bekerja sama dengan Roh Kudus untuk tekun dalam menjalani iman dan kekudusan, pasti jaminan keamanan dan penyertaan-Nya akan terus ada menyertai kita. Tetaplah teguh dalam iman dan pengharapan yang kita terima agar kasih setia-Nya terus mengalir sampai akhirnya.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau setia mengerjakan keselamatan daripada-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yehezkiel 32-33; Yakobus 5.
Renungan 29 November 2022, Bacaan Alkitab Ibrani 3:1-6 .
29 , 29 November 2022, 2022, Renungan Harian, November
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung