
Renungan 25 November 2022, Bacaan Alkitab Efesus 4:26-32.
BELENGGU
Efesus 4:26-32
Efesus 4:31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
Pengampunan, topik yang sangat sering dikhotbahkan, tetapi sulit dilakukan baik oleh yang mendengar juga bahkan oleh pribadi yang mengkhotbahkannya. Mengapa? Jawaban paling masuk akal adalah karena harga diri seseorang yang telah terkoyak karena perbuatan orang lain, sehingga sulit sekali untuk rela memaafkan juga mengucapkan kata maaf. Padahal di dalam hidup berelasi dengan orang lain, hampir selalu terjadi kesalahpahaman, konflik, dan perbedaan yang dapat menyebabkan luka hati.
Untuk dapat mengampuni secara total kita harus mengubah cara pandang kita yang salah tentang manusia dan menggantinya sesuai dengan firman Tuhan. Roma 3:23, “Semua orang sudah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Semua orang artinya termasuk Anda dan saya. Kita pun adalah orang yang membutuhkan pengampunan. Jadi, mengapa kita merasa berhak menghukum orang lain tanpa ampun?
Mengampuni adalah pintu di mana damai sejahtera dapat masuk dalam hidup kita. Jadi jika kita rindu untuk hidup berbahagia dan penuh damai, milikilah komitmen untuk selalu memilih untuk mengampuni dan meminta ampun setiap kali konflik dengan sesama kita terjadi. Pengampunan tidak menjadikan Anda lemah, sebaliknya justru kuat. Karena lebih mudah untuk membenci atau berlaku arogan dengan merasa benar daripada mengampuni atau mengucapkan kata maaf.
Berhentilah membelenggu diri Anda sendiri dalam penjara kemarahan, kepahitan, kebencian dan kesombongan. Kunci penjara itu ada di tangan Anda. Ketika kita memilih untuk rela mengampuni dan meminta maaf, berarti kita sedang membuka pintu penjara dalam hati kita.
Doa: “Tuhan Yesus, kami berkomitmen untuk selalu mengampuni dan berdamai dengan semua orang agar damai sejahtera-Mu limpah dalam hidup kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Yehezkiel 23-24; Yakobus 1.
Renungan 25 November 2022, Bacaan Alkitab Efesus 4:26-32.
2022, 25, 25 November 2022, Renungan Harian, November
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung