
Renungan 21 November 2022, Bacaan Injil Yohanes 4:22-26; 15:7-8.
KEHIDUPAN YANG BERBUAH
Yohanes 4:22-26; 15:7-8
Yohanes 4:23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Kita harus berbuah. Kita baru dapat membuktikan, bahwa kita telah dibersihkan oleh firman saat kita menghasilkan buah yang membawa kita kepada pengudusan. Dari seorang Kristen kita mengharapkan Kekristenan yang sejati yaitu buah. Inilah yang dimaksudkan dengan buah itu: pembawaan dan sifat kristiani, kehidupan dan perilaku kristiani, bakti dan rancangan kristiani. Kita harus menghormati Allah dan berbuat kebajikan, serta memberi teladan dalam hal kesucian dan kuasa agama yang kita peluk. Inilah yang dimaksudkan dengan menghasilkan buah. Sebagai orang Kristen, murid-murid Kristus harus berbuah dalam segala buah-buah kebenaran, harus setia dalam menyebarkan kebaikan yang dihasilkan akibat mengenal Kristus.
Buah-buah yang dihasilkan oleh para rasul, misalnya dalam ketekunan mereka mengerjakan tugas mereka, akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah melalui pertobatan jiwa-jiwa dan persembahan jiwa-jiwa itu terhadap-Nya. Buah-buah Kekristenan dari seluruh orang percaya dalam lingkup yang lebih kecil juga menjadi kemuliaan bagi Allah. Berkat pekerjaan baik hebat yang dilakukan oleh orang-orang Kristen, membawa banyak orang untuk memuliakan Bapa kita yang ada di dalam sorga. Semakin banyak buah yang kita hasilkan dan semakin berlimpah kita berbuat baik, semakin besar pula Ia dimuliakan.
Supaya berbuah, kita harus tinggal di dalam Kristus, harus menjaga persekutuan kita dengan-Nya melalui iman dan berbuat semampu kita dalam beribadah untuk menjaga kelangsungan persekutuan tersebut.
Doa: “Tuhan Yesus, ajarkanku untuk tetap menjaga persekutuan dengan-Mu supaya kami tetap berbuah. Amin.”
Bacaan Setahun: Yehezkiel 14-16; Ibrani 11:1-19.
Renungan 21 November 2022, Bacaan Injil Yohanes 4:22-26; 15:7-8.
2022, 21, 21 November 2022, Renungan Harian, November
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung