Renungan 16 November 2022

Renungan 16 November 2022 - HIDUP BERKENAN KEPADA ALLAH - Apakah orang yang rajin beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab sudah pasti hidupnya - gbi pasir koja 39 bandung

Renungan 16 November 2022, Bacaan Alkitab 1 Tesalonika 4:1-12.

HIDUP BERKENAN KEPADA ALLAH

1 Tesalonika 4:1-12

1 Tesalonika 4:1a. Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah.

Apakah orang yang rajin beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab sudah pasti hidupnya berkenan kepada Allah? Belum tentu! Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat juga tak kalah rajin beribadah dan membaca kitab suci tetapi hidup mereka justru jauh dari berkenan kepada Tuhan (Mat. 13). Hidup yang berkenan kepada Allah itu menyangkut kedekatan relasi dengan Allah dan sesama manusia. Bagaimana hidup yang berkenan kepada Allah?

Pertama, hidup berkenan kepada Allah ditandai dengan hidup dalam kekudusan dan kebenaran (ay. 3-8). Para pengikut Kristus sering disebut sebagai orang-orang kudus. Sebutan ini menunjuk kepada status orang percaya yang telah dikuduskan melalui karya Kristus. Namun, status orang-orang kudus harus direalisasikan melalui proses pengudusan perilaku oleh Roh Kudus dan ketaatan kita. Salah satu aspek pengudusan adalah menjauhi percabulan atau perkara-perkara yang melanggar kesusilaan. Paulus mengingatkan orang percaya supaya tidak boleh meniru gaya hidup mereka yang tidak mengenal Allah.

Kedua, hidup berkenan kepada Allah itu ditandai dengan hidup di dalam kasih (ay. 9-12). Kecenderungan orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri akan menyingkirkan kasih terhadap sesama, padahal saling mengasihi adalah ciri khas hidup orang Kristen. Ungkapan kasih bisa disampaikan tidak hanya melalui perhatian dan pemberian, tetapi juga dengan menjalani hidup yang bertanggung jawab dan tidak menjadi beban bagi orang lain. Salah satu contohnya, bila kita sehat tetapi tidak mau bekerja, maka kita menjadi beban bagi orang yang membantu dan menyayangi kita.

Teladani bagaimana Yesus mempraktikkan kekudusan selama masa hidup-Nya dan juga bagaimana Dia mengasihi sesama melalui pelayanan yang dilakukan-Nya. Kiranya Tuhan Yesus memberkati usaha Anda.

Doa: “Kiranya hidup kami berkenan di hadapan-Mu, ya Allah.”

Bacaan Setahun: Ratapan 4-5; Ibrani 5-6.

Renungan 16 November 2022, Bacaan Alkitab 1 Tesalonika 4:1-12.

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini 

Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …