
Renungan Harian 19 Oktober 2022, Bacaan injil Kejadian 45:1-28.
DISERTAI ALLAH
Kejadian 41:39. Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.
Apa yang Yusuf alami tidaklah mudah. Pihak yang paling dekat dengan kita, yaitu keluarga, adalah pihak yang sangat melukai hati kita jika mereka memperlakukan kita dengan tidak baik. Dimusuhi orang lain akan lebih mudah kita terima dari pada dimusuhi keluarga kita sendiri. Begitu juga dengan fitnah keji, yang ia terima dari istri tuannya yang begitu ia hormati dan layani dengan baik. Tidak akan mudah untuk kita tetap bersikap hormat atau positif dalam keadaan seperti itu, bukan?
Alkitab mengatakan, bahwa Yusuf disertai Allah sehingga apa saja yang ia perbuat berhasil (Kejadian 39:2). Saya percaya itu karena ia memiliki hubungan yang erat dengan Allah. Hubungannya dengan Bapa membuat ia mampu menguasai segala kepahitan, kebencian dan dendam terhadap perlakuan saudaranya, di dalam hati dan pikirannya. Jika tidak, maka jalan hidup Yusuf pasti berbeda. Visi Allah yang besar tidak akan mungkin tergenapi dalam hidup Yusuf.
Sebaliknya ia juga tahu, bahwa ia harus menaklukkan segala perasaan dan pikiran negatifnya, supaya hubungannya dengan Bapa tetap terjaga dengan baik. Tidak ada orang yang bisa menikmati hadirat Allah kalau hatinya penuh dengan kebencian. Dan tanpa hadirat-Nya, kita akan sulit menerima hikmat-Nya.
Memiliki visi, bermimpi besar, berpikiran positif yang kita pelajari dari Yusuf tidaklah sama dengan yang saat ini tengah marak dikumandangkan oleh para motivator dunia yang terkenal. Mengapa? Karena mereka mendasarkan pada kemampuan manusia, tetapi Yusuf tidak. Ia mendasarinya dengan hubungan pribadi yang erat dengan Allah. Ia mengenal siapa Allahnya.
Kenalilah Allah dan melekatlah dengan-Nya, maka apa yang Anda kerjakan pasti berhasil, visi Allah akan tergenapi dan nama Tuhan Yesus akan dimuliakan melalui hidup Anda.
Doa: “Kami menawan setiap pikiran dan perasaan negatif dan menaklukkannya kepada Kristus. Amin.”
Bacaan Setahun: Yesaya 37-39; Filipi 3.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung