
Renungan Harian 14 September 2022
PERBAIKI BUKAN MENYALAHKAN Renungan Harian 14 September 2022
Yesaya 50:4-5
Kolose 3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Renungan Harian 14 September 2022
Kita hanya punya sejumlah energi untuk mengatasi masalah emosional. Saat mencoba menyelesaikan konflik, kita dapat menggunakan energi tersebut untuk menyalahkan, atau memperbaiki masalah. Kita harus memilih, sebab kita tak punya cukup energi untuk melakukan keduanya. Berbicara soal menyelesaikan masalah, kita harus mengambil keputusan, bahwa kita akan mengkonfrontasi dengan sopan.
Selama Perang Dingin, ketika Rusia dan Amerika Serikat saling menyerang. Amerika Serikat memiliki ribuan rudal antar benua, senjata pemusnah massal yang dibidikkan ke Rusia. Rusia juga memiliki ribuan rudal antar benua yang diarahkan kepada Amerika serikat. Akan tetapi, kendati berada di titik terburuk dan paling tegang sekali pun, kedua belah pihak nyatanya masih punya cukup akal sehat untuk tidak menggunakan senjata-senjata tersebut. Itu disebut strategi MAD; jika salah satu pihak memutuskan untuk menggunakan senjata tersebut, maka hasilnya adalah “Kehancuran Bersama (Mutually Assured Destruction).”
Negara-negara tersebut mengatakan, “Jika Anda menggunakan milik Anda, kami akan menggunakan milik kami. Kita akan saling menghancurkan, tidak akan ada negara yang menang.”
Pada akhirnya, walaupun berada di sisi berlawanan, setidaknya mereka setuju untuk tidak menggunakan senjata tersebut.
Sering kali hubungan kita juga memiliki senjata pemusnah massal. Ketika Anda menggunakan senjata tersebut, Anda sedang menyalahkan, bukan memperbaiki permasalahan. Dalam pernikahan, misalnya, senjata tersebut seperti kata-kata ancaman untuk bercerai. Percayalah, betapa pun kesalnya Anda, kata-kata itu terlarang untuk diucapkan. Buanglah senjata penghancur kita, dan gunakan energi kita buat hal-hal yang penting. Perbaiki permasalahannya.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau menyelesaikan konflik dengan pimpinan Roh-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Mazmur 130-135; 1 Korintus 12.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Negara-negara tersebut mengatakan, “Jika Anda menggunakan milik Anda, kami akan menggunakan milik kami. Kita akan saling menghancurkan, tidak akan ada negara yang menang.”
Pada akhirnya, walaupun berada di sisi berlawanan, setidaknya mereka setuju untuk tidak menggunakan senjata tersebut.
Sering kali hubungan kita juga memiliki senjata pemusnah massal. Ketika Anda menggunakan senjata tersebut, Anda sedang menyalahkan, bukan memperbaiki permasalahan. Dalam pernikahan, misalnya, senjata tersebut seperti kata-kata ancaman untuk bercerai. Percayalah, betapa pun kesalnya Anda, kata-kata itu terlarang untuk diucapkan. Buanglah senjata penghancur kita, dan gunakan energi kita buat hal-hal yang penting. Perbaiki permasalahannya.
GBI Pasir Koja 39 Bandung