Care Cell September 2022

Care Cell September 2022 - Amanat Agung yang diberikan Tuhan Yesus adalah untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya. Orang yang telah percaya
Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak

Care Cell September 2022

PERTEMUAN I
Menjadi Murid Kristus yang Berdisiplin dan Berbuah Banyak (Mat.28:19-20; Yoh.15:1-8) Care Cell September 2022

Pendahuluan
Amanat Agung yang diberikan Tuhan Yesus adalah untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya. Orang yang telah percaya harus masuk dalam proses berikutnya, yaitu dimuridkan dan memuridkan. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka sebuah bangsa harus memuridkan seluruh penduduknya melalui pendidikan. Demikian juga gereja, seluruh anggotanya harus dimuridkan.

Isi
Agar seorang murid berbuah, Tuhan Yesus memberikan gambaran tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya dalam Yohanes 15:1-8.
Melalui gambaran itu, seorang murid dapat berbuah banyak bila melewati tiga proses berikut:
1. Mengalami pemangkasan dan pembersihan (ay. 1-3).
Pemangkasan dan pembersihan adalah tindakan menghilangkan bagian-bagian yang menghalangi pembuahan. Kita harus rela memangkas kebiasaan-kebiasaan yang menghalangi kita untuk berbuah: kebiasaan dosa, kemalasan, tidak disiplin, menunda-nunda dan sebagainya. Care Cell September 2022

2. Melekat pada Yesus terus-menerus (ay. 4-5)
Melekat adalah tetap dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah sumber kehidupan yang memberi kuasa kepada setiap murid untuk berbuah lebat. Melekat kepada Yesus dilakukan melalui: doa, pembacaan Alkitab, ketaatan dan hidup di dalam kasih.

Kesimpulan
Rencana Bapa adalah agar setiap murid berbuah banyak. Hal itu hanya bisa terjadi melalui tindakan pemangkasan dan pembersihan, dan terus-menerus melekat pada Yesus sang pokok anggur.

Pertanyaan Diskusi:

1. Sebutkanlah tindakan praktis yang dapat kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai tindakan pemangkasan dan pembersihan!
2. Mintalah pendapat setiap anggota cell, apakah tindakan praktis yang mereka dapat lakukan untuk tetap melekat pada Tuhan Yesus!

PERTEMUAN II
Bertekun dan Sehati dalam Persekutuan (Kis.2:41-47; Mzm.133:1-3).

Pendahuluan
Ketekunan atau keuletan adalah kunci keberhasilan di dalam semua aspek kehidupan kita. Para pengusaha berhasil karena mereka ulet, sekalipun usaha mereka dimulai dari kecil. Seorang karyawan yang ulet akan mendapat promosi di tempat kerja. Seorang pelayan yang ulet akan membuat pelayanan berkembang.
Isi
Ada tiga ketekunan yang dilakukan oleh orang percaya mula-mula sehingga gereja bertumbuh.
1. Mereka tekun dalam pengajaran rasul-rasul (Kis. 2:42).
Mereka tidak hanya mendapat pengajaran dalam pertemuan ibadah raya, tetapi juga melalui kelompok kecil di rumah masing-masing secara bergilir.

2. Mereka tekun dalam persekutuan (Kis. 2:42).
Persekutuan mereka terutama dilakukan di dalam kelompok yang lebih kecil. Sebab di dalam kelompok yang lebih kecil, mereka lebih mudah saling memperhatikan. Akibatnya, setiap jemaat dapat diperhatikan dan tidak ada dari mereka yang merasa asing. Melalui persekutuan itu, kasih mereka satu terhadap yang lain semakin besar, sehingga mereka bersedia berkorban untuk membantu saudara-saudara mereka yang susah. Menurut Mazmur 133:1-3, Tuhan akan melimpahkan berkat bila ada kerukunan.

3. Mereka tekun dalam doa (Kis. 2:42).
Mereka juga terus berdoa, bukan saja untuk kebutuhan-kebutuhan hidup mereka. Terutama doa-doa mereka adalah agar diberi keberanian untuk bersaksi dan agar Tuhan meneguhkan kesaksian mereka dengan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Dan Tuhan menjawab doa mereka, sehingga semakin banyak orang menjadi percaya.

Kesimpulan:
Orang percaya mula-mula adalah contoh tentang sebuah gereja yang bertumbuh. Mereka bertumbuh karena mereka tekun dalam: pengajaran rasul-rasul, dalam persekutuan dan dalam doa. Ketekunan yang sama seharusnya juga ada di dalam kehidupan kita.

Pertanyaan Diskusi:

1. Tidak cukup hanya mendapat pengajaran 1x seminggu dalam ibadah minggu. Kita juga perlu bertekun dalam pengajaran firman Tuhan setiap hari termasuk melalui pelayanan kelompok kecil. Di dalam kelompok kecil, kita dapat saling berbagi berkat kebenaran firman Tuhan yang kita dapatkan. Mintalah 2 atau 3 orang anggota cell, untuk membagikan berkat firman Tuhan yang mereka dapatkan dalam ibadah minggu sebelumnya!
2. Mintalah setiap anggota cell mengutarakan pokok-pokok doa yang perlu didoakan, dan akhirilah pertemuan cell dengan saling mendoakan!

PERTEMUAN III
Tuhan Memberkati dengan Apa yang Ada Padamu (Kel.4:1-5; Mrk.6:35-44).

Pendahuluan
Banyak orang berpikir, bahwa mereka baru bisa berhasil bila semua fasilitas telah tersedia, atau bila keuangan telah cukup. Padahal, orang-orang berhasil umumnya berjuang ketika fasilitas serba minim, keadaan keuangan bahkan sedang tidak menentu. Anak-anak yang selalu difasilitasi dan semua tersedia, justru sering kali tidak memiliki daya juang, dan ketangguhan yang diperlukan agar berhasil. Mereka menjadi manja, gampangan dan cepat menyerah.

Isi
Marilah kita belajar dari dua peristiwa, bagaimana Tuhan dapat memberkati apa yang ada pada kita:
1. Saat Tuhan memanggil Musa, Ia memberkati dan memakai apa yang ada di tangan Musa (Kel. 4:1-5).
Prinsip pertama untuk berhasil dalam kehidupan termasuk dalam pelayanan adalah memakai apa yang Tuhan anugerahkan di tangan kita.
Mungkin itu keahlian yang terlihat sepele: bisa membuat kue, punya teman-teman di media sosial. Kita bisa memakai itu sebagai cara untuk berkembang. Misalnya: kita buat kue, lalu menawarkannya lewat media sosial kepada teman-teman.

2. Tuhan memberi makan 5.000 orang laki-laki hanya dengan 5 roti dan 2 ikan
Lima roti dan dua ikan adalah apa yang ada pada murid-murid. Namun, melaluinya Tuhan membuat mujizat. Sementara murid-murid berpikir, bahwa mereka baru bisa memberi makan 5.000 orang laki-laki tersebut apabila mereka memiliki persediaan roti yang sangat banyak. Banyak orang tidak menyadari, bahwa Tuhan dapat bekerja melalui apa yang ada di tangan mereka.

Kesimpulan
Tuhan mendidik kita agar memiliki daya juang, tidak manja, tidak gampangan, tidak cepat menyerah. Tuhan dapat memberkati apa yang ada di tangan kita. Jangan berpikir, bahwa kita baru bisa berhasil kalau semua fasilitas tersedia, kalau keadaan keuangan sudah cukup. Tuhan dapat memakai hal-hal yang tampak kecil untuk menjadi besar.

Pertanyaan Diskusi:
1. Mintalah setiap anggota cell untuk memikirkan dan menceritakan tentang apa yang ada pada mereka, yang dapat mereka manfaatkan untuk pemulihan ekonomi, keluarga atau untuk kemajuan pelayanan!
2. Doakanlah setiap potensi yang dimiliki anggota cell, agar berkat Tuhan turun atasnya!

PERTEMUAN IV
Beri yang Terbaik untuk Tuhan (Kol.3:17, 23-24; Gal.6:9)

Pendahuluan
Bila kita menghadap seorang pejabat atau pembesar, tentu kita tidak berani membawa pemberian yang biasa-biasa saja. Sebab pemberian kita merupakan ungkapan penghormatan kita kepadanya. Bila kita melakukan hal itu kepada manusia, terlebih-lebih kepada Tuhan.
Dalam Perjanjian Lama, orang Israel diperintahkan agar selalu membawa korban yang tidak bercacat dan hasil ladang yang terbaik, seperti: buah, tepung dan sebagainya. Perintah itu lahir dari prinsip: beri yang terbaik untuk Tuhan.

Isi
Apa alasan sehingga kita harus memberi yang terbaik?
1. Karena Tuhan telah memberi yang terbaik pada kita.
Pemberian Tuhan yang terbaik adalah pengorbanan-Nya di kayu salib.
2. Karena dengan memberi yang terbaik kita mendapat upah dari Tuhan (Kol. 3:24).

Bagaimana caranya memberi yang terbaik bagi Tuhan?
1. Melalui perkataan (Kol. 3:17).
Perkataan memberi dampak positif ataupun negatif. Tergantung isi dan pesan yang disampaikan. Perintah ini pertama kali diberikan kepada orang Kristen agar mereka mengucapkan perkataan-perkataan yang baik dan positif tentang atasan mereka.

2. Melalui perbuatan (Kol. 3:17).
Lakukanlah semua usaha, pekerjaan atau pelayanan kita dengan sungguh-sungguh dan upaya terbaik yang dapat kita lakukan. Pastilah kita juga akan mendapat hasil yang baik cepat atau lambat.

3. Melalui perbuatan baik (Gal. 6:9).
Tuhan juga menghendaki agar kita selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik kepada semua orang, termasuk kepada teman-teman kita seiman.

Kesimpulan
Tuhan telah mengaruniakan pemberian yang terbaik kepada kita, ketika Ia menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk keselamatan kita. Sekarang Tuhan memanggil kita untuk memberikan yang terbaik kepada Dia melalui perkataan, perbuatan dan pekerjaan-pekerjaan baik kepada semua orang.

Pertanyaan Diskusi:
1. Mintalah pendapat setiap anggota cell, salah satu contoh perbuatan baik yang mereka dapat lakukan pada saudara seiman mereka!
2. Mintalah pendapat setiap anggota cell, salah satu contoh perbuatan baik yang dapat mereka lakukan di tempat pekerjaan atau usaha mereka masing-masing!

Untuk membaca Bahan Care Cell yang lain silahkan klik disini  



Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …