Matius 7:15-20
Matius 7:19. “Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.”
Dengan bergambar burung phoenix emas, kotak kayu bertepi ukir sampai ke tangan sang suami. “Dari mana, Mam?? Gede banget kotaknya.” Tanya sang suami yang lanjut dijawab, “Dari Bu Gina seberang. Hadiah Imlek ceritanya, Pap. Jeruk mandarin katanya.” Dibukanya pita merah emas di sekeliling kotak. “Wuihhh, Mam, jeruknya gemuk-gemuk dan menor-menor. Wahh, seger nich…!” Dikupasnya satu dan… “BUAAHHH!!… CCUUUIIHH!!! Kirain enak rasanya, UAASSSEEEEEMMMM, Mam!! Nggak mungkin kamu makan, nanti sakit perut kamu, Mam!!” “Yahhh Pap, aku udah bayangin segernya di mulutku!! Huhh!!”
Begitulah jeruk impor, kelihatan gemuk bin merona tampangnya, tetapi rasanya jauh dari seharusnya. Belum lagi tiap butirnya dibungkus plastik merah cerah yang membuat si jeruk tambah berkilau menawan di pandang mata. Pula dikemas dalam wadah hantaran yang aduhai bak kotak perhiasan kaisar China. O… o… o… Tapi ternyata, jeruk macam apa itu??
Kita sebagai orang percaya yang mengaku pengikut Kristus, sering kali menjadi seperti buah impor. Kita tidaklah menghasilkan sesuatu yang baik bagi sesama. Kita tidaklah menjadi berkat dan berdampak bagi sesama. Ini tampak dari karakter yang muncul dari dalam kita. Egois, merasa diri paling benar, sombong, merasa paling pintar, curang, tidak jujur, rakus harta, kikir, dll.
Firman Tuhan jelas memberi teguran, bahwa orang yang tidak menghasilkan sesuatu yang baik pastilah akan dibuang dalam api. Memang, penentuan sorga atau neraka bergantung pada apakah kita telah menerima Kristus sebagai Tuhan atau tidak. Tetapi, sekalipun kita telah menerima Kristus sebagai Tuhan, namun jika kita tidak pernah menjadi berkat dan berdampak, jika karakter kita belum berubah pasti pun akan ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi, hendaklah kita periksa diri kita masing-masing, agar kita semakin seperti yang Tuhan mau, semakin berdampak dan menjadi berkat. (NK).
Doa: “Roh Kudus, perbaharuilah kami setiap hari. Insafkan kami dari dosa dan tuntun kami untuk hidup sepenuhnya sesuai dengan kehendak Bapa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
