
Renungan Harian 01 April 2022
MAKNA PASKAH Renungan Harian 01 April 2022
Keluaran 12:1-14
Keluaran 12:14. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. Renungan Harian 01 April 2022
Setelah menyembelih domba Paskah, orang Yahudi mengadakan perayaan roti yang tidak beragi. Begitu jugalah yang harus kita lakukan. Tidak saja selama tujuh hari, tetapi sepanjang umur hidup kita. Seluruh kehidupan orang Kristen harus merupakan perayaan roti yang tidak beragi. Perilaku sehari-hari dan kegiatan agamanya harus kudus. Dia harus membuang ragi yang lama, dan berpesta dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. Kelakuannya terhadap Allah dan manusia harus benar. Kita harus mati terhadap dosa bersama Kristus, menjadi satu dalam kematian-Nya dengan cara mematikan dosa.
Kita harus mempunyai hati dan hidup yang baru secara keseluruhan. Pengorbanan Penebus kita merupakan alasan paling jelas mengapa kita harus memiliki hati yang penuh ketulusan dan kebenaran. Alangkah mengerikan kematian-Nya yang menjadi bukti betapa menjijikkannya sifat dosa dan kebencian Allah terhadap dosa!
Yesus harus terpisah dengan Allah, Bapa yang sangat dikasihi-Nya, karena memikul dosa seisi dunia. Demi penebusan dosa-dosa, Dia rela ditinggalkan oleh Allah Bapa. Itu sebabnya kematian Yesus, keterpisahan-Nya dengan Allah Bapa menjadi peluang untuk manusia diperdamaikan dengan Allah Bapa. Hal itu secara simbolik dinyatakan lewat koyaknya tabir Bait Suci yang memisahkan ruang Maha Suci dari Ruang Suci. Tidak heran muncullah pengakuan si kepala pasukan, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!”
Jika Yesus sedemikian menderitanya terpisah dari Allah agar kita dipisahkan dari dosa, masakan kita masih tidak rela untuk terpisah dari dosa demi terhubung dengan Allah untuk selama-lamanya? Kiranya kita semakin menyadari betapa Kristus sudah membebaskan kita semua dari belenggu dosa tersebut, agar kita dapat menikmat relasi yang abadi dengan Allah Bapa dan juga bersama Tuhan Yesus kelak. Amin.
Doa: “Ajarkan kami hidup dalam kekudusan bersama dengan kebangkitan-Mu.”
Bacaan Setahun: Ulangan 28-29; Lukas 3:1-20.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]
GBI Pasir Koja 39 Bandung