Care Cell April 2022

Care Cell April 2022 - Paskah dalam Perjanjian Lama adalah peristiwa dilepaskannya Israel dari perbudakan Mesir. Sedangkan dalam Perjanjian
Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak

PERTEMUAN I
Makna Paskah (Kel. 12:1-14; 1 Kor. 5:7) Care Cell April 2022

Pendahuluan
Paskah dalam Perjanjian Lama adalah peristiwa dilepaskannya Israel dari perbudakan Mesir. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, Paskah adalah peristiwa dilepaskannya kita dari perbudakan dosa oleh pengorbanan Kristus di kayu salib. Care Cell April 2022

Isi
Dalam peristiwa Paskah di Perjanjian Lama, ada 3 peristiwa besar yang dialami oleh bangsa Israel, yaitu:
1. Mukjizat kelepasan
Israel mengalami mukjizat kelepasan dari perbudakan Mesir saat Paskah. Ini adalah gambaran tentang kelepasan yang kita alami dari dosa dan kuasa dunia yang jahat. Dalam peristiwa Paskah di PL Israel diminta untuk menyembelih anak domba Paskah dan mengoleskan darahnya ke ambang pintu rumah mereka masing-masing. Anak domba Paskah itu adalah gambaran Kristus yang dikorbankan untuk kelepasan kita dari dosa (1 Kor. 5:7).

2. Mukjizat kesembuhan
Mazmur 105:37 berkata bahwa saat orang Israel keluar dari Mesir di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir. Kata tergelincir dalam bahasa Ibrani adalah kashal yang bisa juga diterjemahkan sebagai lemah, atau sakit. Artinya saat mereka keluar dari Mesir tidak ada di antara mereka yang lemah atau sakit. Adalah mudah membayangkan bahwa di antara hampir 2,5 juta orang Israel yang keluar dari Mesir pasti ada beberapa orang dari mereka yang sakit, apalagi sebelumnya mereka berada dalam penindasan. Tetapi saat mereka dibebaskan dari Mesir mereka mengalami kesembuhan dari semua kelemahan (penyakit) tersebut. Demikian juga sekarang, melalui pengorbanan Tuhan Yesus, kita juga disembuhkan dari segala kelemahan dan sakit penyakit, sebab “oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1 Ptr. 2:24).

3. Mukjizat kelimpahan
Keluaran 12:35-36 dan Mazmur 105:37 juga menegaskan, bahwa saat Isarel keluar dari Mesir mereka membawa perak dan emas dalam jumlah yang berlimpah-limpah. Sesaat sebelum mereka dibebaskan dari Mesir, mereka hidup dalam penindasan, kekurangan, kemiskinan. Tetapi di situ mereka keluar dari Mesir, mereka mengalami kelimpahan.
Tuhan Yesus pun telah mengorbankan nyawa-Nya supaya kita mendapatkan hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10). Bahkan Ia rela menjadi miskin, supaya kita menjadi kaya (2 Kor. 8:9). Kekayaan yang dimaksud tentu saja terutama adalah kekayaan rohani, yaitu berkat-berkat Kerajaan Allah.

Kesimpulan
Ada tiga peristiwa mukjizat yang kita alami melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, yaitu: kelepasan dari dosa dan dari kuasa dunia yang jahat, kesembuhan dari kelemahan dan sakit penyakit, serta mukjizat kelimpahan. Karena itu kita patut bersyukur atas pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib.

Pertanyaan Diskusi:
1. Menurut Anda, apakah semua mukjizat yang disediakan melalui pengorbanan Kristus itu dapat kita alami dalam kehidupan kita sekarang?
2. Berdoalah bersama-sama agar setiap anggota care cell mengalami semua mukjizat Paskah yang tersedia melalui pengorbanan Kristus di kayu salib!

PERTEMUAN II
Kasih yang Mengalir dari Salib Kristus (Mat. 27:32-44; Luk. 23:34)

Pendahuluan
Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib merupakan peristiwa di mana Allah menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar bagi orang berdosa. Sebab pengorbanan Kristus adalah jalan satu-satunya agar orang berdosa diampuni dan diselamatkan. Bagi orang baik saja, jarang ada manusia yang mau berkorban, apalagi bagi orang jahat. Tetapi karena kasih yang begitu besar, Kristus rela berkorban bukan pada saat kita telah menjadi baik, melainkan ketika kita masih berdosa dan hidup dalam kejahatan (Rm. 5:8).

Isi
Ada dua kali di mana Tuhan Yesus melepaskan pengampunan sementara ia menderita di kayu salib.
1. Ketika Tuhan Yesus melepaskan pengampunan pada mereka yang telah menyalibkan Dia. Kepada mereka yang menyalibkan-Nya, Tuhan Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk. 23:34).

2. Ketika Tuhan Yesus melepaskan pengampunan pada salah satu penjahat yang ikut disalibkan di samping-Nya.
Salah satu penjahat yang ikut disalibkan dengan Tuhan Yesus akhirnya percaya dan Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di Firdaus.“ (Luk. 23:43). Tidak ada satu pun orang yang bisa masuk sorga (Firdaus) kalau dosanya tidak diampuni. Jadi dengan menjamin, bahwa orang itu masuk Firdaus, orang itu juga otomatis mendapat pengampunan atas dosanya.

Dua peristiwa pengampunan di kayu salib menunjukkan, bahwa tujuan kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk keselamatan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Inilah kasih yang ditunjukkan Allah kepada dunia ini. Ia telah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan kita manusia berdosa.

Kesimpulan:
Kasih terbesar telah mengalir dari salib Kristus. Itulah kasih yang menyelamatkan. Kasih yang menyembuhkan. Kasih yang memulihkan. Kita yang telah berdosa sekarang telah mendapat pengampunan Allah melalui pengorbanan Kristus. Berilah diri Anda diampuni dan diselamatkan dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda.

Pertanyaan Diskusi:
1. Apa arti pengorbanan Kristus bagi Anda secara pribadi?
2. Menurut Anda, kalau Tuhan Yesus telah mengampuni kita, apakah kita juga wajib mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita?

PERTEMUAN III
Kuasa Kebangkitan Kristus (1 Kor. 15:12-34)

Pendahuluan
Paulus berkata yang kukehendaki ialah “mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Fil. 3:10-11). Seharusnya hal itu juga menjadi kerinduan kita.

Isi
Dua dampak kebangkitan Kristus yang seharusnya terjadi di dalam diri kita:
1. Kita memiliki perspektif yang benar tentang hidup ini
Kematian adalah suatu kenyataan yang akan dialami semua orang, kaya miskin, tua muda, sakit ataupun sehat. Sebagai respon tentang kenyataan bahwa semua orang akan mati:
a. Maka orang dunia mempunyai respon:
Karena toh kita semua akan mati, maka marilah kita betul-betul memuaskan keinginan kita selama hidup. Karena akan tiba waktunya kita mati di mana kita tidak bisa lagi menikmati semua kesenangan di dunia ini. Inilah yang disebut hedonis. Artinya, kalau memang setelah mati semua selesai, maka marilah kita nikmati hidup, makan dan minum sepuasnya (1 Kor. 15:32)
b. Orang percaya mempunyai respon:
Karena hidup kita ini singkat, dan suatu saat kita akan mati. Maka kita harus sungguh-sungguh memuliakan Tuhan selama kita hidup di dunia ini. Kita harus hidup takut Tuhan. Kita harus mempergunakan setiap kesempatan untuk melayani Tuhan. Seperti lagu yang berkata: “Hidup ini adalah kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri. Hidup ini harus jadi berkat.” Care Cell April 2022

2. Kita memiliki perspektif yang benar terhadap kekekalan
a. Orang dunia berpikir, bahwa tidak ada lagi hidup setelah kematian.
Jadi mereka berpikir bahwa kelak manusia tidak akan mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan takhta pengadilan Tuhan. Itu sebabnya, mereka hanya memikirkan hal-hal yang fana di dunia ini. Mencari kekayaan, ketenaran, kesenangan, kenikmatan, kehormatan dan sebagainya.
b. Orang percaya sadar, bahwa setelah kematian mereka akan masuk ke dalam kekekalan.
Orang percaya sadar, bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Setelah kematian manusia akan mengalami kekekalan. Apakah di sorga bersama Allah atau di hukum di neraka.
Paulus menyadari betul, bahwa suatu saat ia akan menghadapi takhta pengadilan Tuhan di mana dia harus memberi pertanggungjawaban mengenai kehidupannya (2 Kor. 5:10; Rm. 14:12). Karena itu Paulus rela mengalami berbagai penderitaan yang dia sebut dengan istilah “Tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Aku telah berjuang melawan binatang buas.” (1 Kor. 15:30-32).
Secara normal semua manusia ingin menghindari penderitaan dan kesulitan dan lebih memilih kesenangan. Tetapi, Paulus rela menderita dalam melayani Tuhan, karena ia sadar bahwa selama hidup di dunia, adalah kesempatan untuk melayani dan memuliakan Tuhan. Care Cell April 2022

Kesimpulan
Kebangkitan Kristus memberi kuasa kepada kita untuk memberi perspektif yang benar tentang hidup di dunia ini dan di dalam kekekalan. Sekaligus memberi kuasa kepada kita untuk mengubah hidup secara radikal, sehingga kita berorientasi pada kekekalan dan bukan hal-hal fana di dunia ini.

Pertanyaan Diskusi:
1. Mintalah 2 atau 3 anggota care cell untuk dengan jujur mengakui apakah yang lebih banyak mereka pikirkan setiap hari. Apakah urusan-urusan dunia ini atau urusan-urusan kekal Kerajaan Allah?
2. Orang Kristen duniawi memanfaatkan kuasa kebangkitan Kristus untuk sukses duniawi, tetapi orang Kristen rohani memanfaatkan kuasa kebangkitan Kristus untuk melayani dan memuliakan Allah. Yang manakah Anda?

PERTEMUAN IV
Mengenal Kasih Karunia Allah (2 Kor. 8:9; Ef. 2:8-10)

Pendahuluan
Kekristenan bukan tentang sederet aturan, bukan pula sekumpulan nasihat kehidupan. Kekristenan berbicara tentang relasi. Tentang Allah yang mencari dan menyelamatkan manusia yang sudah terhilang di dalam dosa, supaya mereka menikmati persekutuan dengan Dia. Namun bagaimana relasi manusia yang telah berdosa dengan Allah dipulihkan? Dan bagaimana kita mengisi relasi tersebut?

Isi
Menurut Alkitab:
1. Keselamatan adalah pemulihan relasi.
Kita yang dahulu jauh dari Allah karena dosa, sekarang dijadikan dekat. Kita yang dahulu adalah musuh Allah karena dosa, sekarang dijadikan sebagai anak-anak Allah. Kita yang dahulu bukan siapa-siapa, sekarang dijadikan sebagai ahli waris Kerajaan Allah. Inilah yang disebut pemulihan relasi.
Pemulihan relasi manusia berdosa kepada Allah merupakan pekerjaan anugerah Allah. Karena itu:
a. Jangan jadi sombong
Kesombongan manusia umumnya muncul dalam bentuk ingin merasa dihargai karena apa yang dia miliki atau apa yang telah dicapai. Kesombongan manusia inilah yang diruntuhkan oleh tindakan anugerah Allah. Bahwa, ternyata melalui semua yang dimilikinya dan semua yang telah dicapainya, manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya dari kuasa dosa dan dari murka Allah.
b. Untuk lepas dari kuasa dosa dan murka Allah manusia harus berpaling pada anugerah Allah.
Seperti orang yang terperosok dalam lumpur atau pasir hisap. Semua usaha sendiri hanya akan membuat kita semakin tenggelam. Satu-satunya yang kita butuhkan adalah uluran tangan anugerah Allah untuk menyelamatkan. Itulah persisnya yang dilakukan Allah melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Jadi kita harus menyambut karya Kristus di kayu salib. Care Cell April 2022

2. Pemulihan relasi dengan Allah harus diisi oleh perbuatan baik
Setelah menjelaskan, bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, maka dalam Efesus 2:10 Paulus berkata, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.” Ini berarti, bahwa kita harus mengisi relasi dengan Allah dengan perbuatan baik yang dirancang Allah bagi kita. Sama seperti sebuah bangsa, tidak cukup hanya merdeka, tetapi juga bagaimana mengisi kemerdekaan itu. Jadi kita mengisi relasi kita dengan Allah dengan perbuatan-perbuatan baik yang memuliakan Allah dan yang menjadi berkat bagi sesama kita.

Kesimpulan
Keselamatan adalah dipulihkannya relasi kita dengan Allah. Pemulihan itu terjadi melalui pengorbanan Kristus. Itu adalah anugerah Allah. Setelah relasi kita dengan Allah dipulihkan, maka sekarang kita harus mengisinya dengan perbuatan-perbuatan baik yang memuliakan Allah dan yang menjadi berkat bagi sesama kita.

Pertanyaan Diskusi:
1. Bila dalam dosa manusia betul-betul tidak berdaya, maka sebenarnya tidak ada yang patut disombongkan oleh manusia. Menurut Anda, mengapa kesombongan justru sering menguasai manusia termasuk orang Kristen?
2. Ajaklah seluruh anggota care cell bersama-sama mengucap syukur dalam doa atas anugerah keselamatan yang telah diberikan Allah kepada mereka melalui pengorbanan Kristus!

 

Untuk membaca Bahan Care Cell yang lain silahkan klik disini  

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …