
Renungan Harian 16 Februari 2022
KETELADANAN NEHEMIA – KEPEMIMPINAN Renungan Harian 16 Februari 2022
Nehemia 2:1-8
Nehemia 2:5. Kemudian jawabku kepada raja: “Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali.”
Melalui pergumulannya selama tiga sampai empat bulan setelah menerima berita dari Hanani, Nehemia dipanggil dan diyakinkan oleh Tuhan, bahwa ia sendiri yang harus bekerja untuk menyelesaikan masalah di Yerusalem. Nehemia yang harus memberanikan diri berbicara kepada raja, sosok yang dapat menghukum mati dirinya. Ia takut tetapi sadar, bahwa Tuhan berdaulat dan sanggup memengaruhi hati orang yang tidak beriman sekalipun dan mengabulkan doanya agar mendapat belas kasihan.
Kebutuhan-kebutuhan yang telah digumuli dalam doa selama beberapa bulan disampaikan Nehemia kepada raja. Dan setelah mendapat perhatian raja, yang sangat mengesankan adalah persiapan Nehemia yang matang seperti keamanan dalam perjalanan, kebutuhan akan kayu untuk pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, tembok kota, dan rumahnya sendiri.
Nehemia memang mengandalkan kedaulatan dan kekuasaan Tuhan. Namun ini tidak membuat dia tidak menggunakan akal dan pikirannya. Kedaulatan Allah tidak dipakai sebagai alasan untuk bersikap malas dan lalai dalam mengadakan persiapan dengan teliti, justru dapat dipakai sebagai alat Tuhan semesta langit untuk memenuhi kebutuhannya. Teladan indah dari Nehemia sebagai pemimpin adalah berdoa, berpikir dan siap bekerja. Marilah kita melakukannya di tahun yang baru ini, Allah pasti membukakan pintu-pintu yang tertutup.
Doa: “Ajarkan kami untuk menjadi seperti Nehemia supaya rencana Tuhan digenapi lewat kehidupanku. Amin.”
Bacaan Setahun: Imamat 6-7; Matius 26:26-46.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.
GBI Pasir Koja 39 Bandung