
Renungan Harian 10 Februari 2022
KETELADANAN AYUB – DALAM PENDERITAAN DAN KESABARAN Renungan Harian 10 Februari 2022
Ayub 1:20-22
Ayub 1:22. Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Apa respons Ayub terhadap penderitaannya? “Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.” Mengapa Ayub bisa bersikap demikian? Padahal satu per satu milik Ayub dirampas Iblis darinya dengan menggunakan alat-alat seperti perampokan, kecelakaan, dan bencana alam dan semuanya tidak terjadi dalam selang waktu yang lama, tetapi berturut-turut dan dalam waktu hampir bersamaan.
Pertama, Ayub memiliki persepsi yang berbeda tentang harta dan anak-anaknya. Ia meyakini, bahwa apa yang dimilikinya sekarang adalah kepunyaan Allah, datangnya dari Allah. Ayub menyikapi harta miliknya sebagai titipan Allah yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan.
Kedua, persepsinya tentang harta dan anak-anaknya membuat Ayub harus bertanggung jawab terhadap kepunyaan Allah tersebut. Itu sebabnya Ayub tidak merasa terikat dengan hartanya, juga oleh anak- anaknya. Ayub menempatkan anak-anak sebagai titipan Allah yang harus diasuh dan dididik dalam iman. Ketiga, Ayub menyadari bila tiba saatnya Allah akan mengambil kembali milik-Nya.
Betapa menakjubkan gambaran tentang reaksi Ayub dalam penderitaannya itu. Ayub tidak protes, tidak bersungut, tidak menantang Allah, tetapi mengucapkan suatu pengakuan iman dan pujian yang sangat dalam.
Doa: “Ajarkan kami bersikap sabar dalam menghadapi penderitaan. Amin.”
Bacaan Setahun: Keluaran 34-35; Matius 24:15-28.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.
GBI Pasir Koja 39 Bandung