Yohanes 4:1-42
Roma 3:23. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
Kasih karunia yang kita terima dengan cuma-cuma membuat kita dibenarkan. Kasih karunia dilimpahkan secara cuma-cuma kepada siapa saja yang menerima Yesus bukan karena kasih karunia itu murah dan tak bernilai, tetapi justru karena Tuhan tahu kita tidak mampu memperolehnya dengan kekuatan/kemampuan kita sendiri.
Tuhan tahu, bahwa manusia dikuasai dosa dan tidak akan mampu melepaskan diri dari dosa, maka Ia menganugerahkan kasih karunia-Nya, supaya kita bisa terbebas dari kuasa dosa. Justru karena Tuhan tahu, kalau kita adalah manusia yang lemah, oleh sebab itu Ia memberikan kita kasih karunia untuk memampukan kita untuk tetap dapat kuat dan setia, saat kita menghadapi pencobaan.
Meskipun kita terima dengan gratis, tetapi kasih karunia tidak memberi ijin kepada kita untuk bermain-main dengan dosa dan hidup sembarangan. Justru seharusnya bagi kita yang telah menerima kasih karunia, maka kita mestinya menjadi orang-orang yang hidup sungguh-sungguh bagi Allah.
Dalam Yohanes 4:1-42, kita dapat membaca bagaimana kehidupan seorang wanita berdosa yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Ia yang semula hidup berganti ganti suami, bahkan terakhir ia hidup dengan pria yang bukan suaminya, tetapi perjumpaannya dengan Tuhan Yesus mengubahkan kehidupannya. Setelah menerima kasih karunia Allah, ia berubah dari seorang pezinah menjadi penginjil wanita, yang memberitakan tentang Kristus kepada masyarakat kotanya.
Mari, umat tebusan-Nya, kita yang telah menerima kasih karunia Allah, hendaknya kita hidup lebih sungguh-sunggug bagi Allah. Kasih karunia-Nya tidak hanya menyelamatkan kita dari kematian kekal, tetapi juga akan memampukan kita untuk hidup bagi Dia. Amin!
Doa: “Engkaulah kebenaran yang telah menyelamatkanku, ya Tuhan Yesus. Dan kini, aku mau hidup hanya bagi-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
