Mazmur 119:1-11
Mazmur 119:9. “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Dalam tubuh manusia, ada hormon yang dikenal dengan nama testosteron dan kortisol. Hormon testosteron ini adalah hormon yang sering dikaitkan terhadap pria karena menyangkut maskulinitas dan gairah seks, namun di wanita hormon testosteron juga dapat ditemukan yang biasanya dikaitkan dengan gairah seks. Bedanya adalah pada pria, hormon ini dihasilkan 7-8 kali lebih banyak. Sedangkan untuk hormon kortisol, adalah hormon yang dikaitkan dengan sistem pencernaan, namun tingkat kortisol yang tinggi juga dapat berarti keaktifan yang lebih tinggi karena energi berlebih.
Sebuah studi di Jerman, mempelajari hubungan kedua hormon ini terhadap tindakan kriminal. Hasilnya adalah ternyata kedua hormon ini memang berpengaruh dalam tingkat kriminalitas. Mereka yang memiliki tingkat hormon testosteron dan kortisol yang tinggi akan memiliki kemungkinan yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Uniknya, cuaca yang panas juga diketahui dapat meningkatkan produksi kedua hormon ini dan menyebabkan seseorang memiliki kemungkinan tinggi untuk melakukan tindakan kekerasan.
Pada titik tertentu, pandangan ini dapat mengarahkan argumentasi bahwa karena Tuhanlah manusia berbuat jahat. Karena Tuhanlah yang menciptakan hormon itu di dalam diri manusia. Dengan demikian manusia bisa lari dari tanggung jawab untuk menjaga kekudusannya.
Meskipun kita memang dikandung dan terlahir dalam dosa, bukan berarti bahwa kita tidak memiliki potensi untuk membangun kekudusan. Tuhan telah menguduskan kita terlebih dahulu melalui karya salib Kristus, agar kita mampu hidup dalam kekudusan. Biarlah kekudusan itu terus bertumbuh, tanpa kita menyalahkan siapa pun ketika jatuh-bangun dalam membangunnya. Semuanya memerlukan proses. (NK).
Doa: “Firman-Mu akan selalu kami simpan dalam hati dan kami lakukan di setiap langkah kami, agar kami tidak berdosa terhadap Engkau, ya Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
