
PANTANG MENYERAH DI TENGAH BADAI
Yesaya 40:28-31
Yesaya 40:31. Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Sejak Desember 2019 dunia dilanda badai yang tak pernah diduga sebelumnya yaitu badai virus Corona Covid-19. Sejak pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, China, sampai sekarang virus ini terus bermutasi dari varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, Lambda hingga Omicron terus meneror dunia. Indonesia telah dilanda gelombang ke-2 varian delta yang mengganas di bulan Juni 2021 dan sekarang sedang mengantisipasi dan mencegah gelombang ke-3 varian Omicron.
Bagai efek domino, badai Corona menerpa semua aspek kehidupan dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, bisnis, dan hubungan sosial, terkena imbasnya. Menghadapi badai Corona yang kita tidak tahu entah sampai kapan badai ini berhenti, apa sikap orang percaya?
Sebagai orang yang percaya, sikap kita adalah pantang menyerah di tengah badai yang saat ini sedang kita hadapi. Sikap pantang menyerah adalah sikap yang tidak mudah patah semangat, selalu bekerja keras untuk mewujudkan tujuan, menganggap rintangan/hambatan selalu ada dalam setiap kegiatan yang harus dihadapi. Sikap pantang menyerah menunjukkan sikap, bahwa kita percaya pada Allah yang mempunyai kehidupan ini.
Mengapa orang percaya harus mempunyai sikap pantang menyerah di tengah badai? Karena orang percaya mempunyai TUHAN. Kita percaya, bahwa Allah kita tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu dalam memberi pertolongan-Nya. Hal kedua, Allah memberi kita kekuatan dan menambah semangat ketika kita lelah dan tak berdaya menghadapi badai. Untuk memperoleh kedua hal itu, maka kita harus menanti-nantikan TUHAN, duduk diam dalam hadirat-Nya, sehingga kita mendapat kekuatan baru dan terbang bagai rajawali yang mengatasi badai. Dengan demikian kita dapat mengatasi badai kehidupan.
Doa: “Tuhan Khalik langit dan bumi, ku percaya Engkau memberi kekuatan baru pada kami yang tengah dilanda badai kehidupan ini. Amin.”
Bacaan Setahun: Kejadian 9-10; Matius 5:1-16.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung