Bahan Care Cell Maret 2016

carecellPertemuan 1
PASKAH: MAKNA KEBANGKITAN TUHAN YESUS

Kebangkitan Yesus adalah inti atau pusat kekristenan. Kebangkitan Tuhan Yesus menunjukkan bahwa kita bukan beriman kepada Allah yang mati, tetapi Allah yang hidup. Hal yang paling diinginkan Paulus dalam kehidupannya adalah mengenal dan mengalami kuasa kebangkitan Yesus (Fil. 3:10). Mengapa Paulus begitu antusias untuk mengenal dan mengalami kuasa kebangkitan Yesus dalam hidupnya?. Alasannya adalah karena 4 hal berikut:

I. Kebangkitan Yesus menyediakan keselamatan yang sempurna bagi kita.
Sesaat sebelum Yesus mati di kayu salib, Ia berkata sudah selesai (Yoh. 9:30). Itu berarti kematian-Nya telah menyelesaikan keselamatan yang sempurna bagi kita. Namun, jika Yesus tetap dalam kematian, kata-kata itu menjadi tidak berarti sama sekali. Untuk membuat keselamatan yang sempurna itu bisa bekerja dalam kehidupan kita, maka Yesus harus bangkit dari kematian. Itu sebabnya Alkitab berkata “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu.” (1 Kor. 15:17).
Kebangkitan Yesus dari kematian mensahkan karya keselamatan yang Ia kerjakan di kayu salib. Sehingga kini, salib dan Darah Yesus memberikan kepada kita keselamatan yang sempurna. Bukan hanya keselamatan roh tetapi juga menyangkut jiwa, pikiran, perasaan, fisik/ tubuh dan ekonomi.

  1. Keselamatan rohani yaitu memberikan pengampunan dosa atas kita sekaligus menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan sehingga kita diperdamaikan dengan diri-Nya (II Kor. 5:18).
  2. Keselamatan dalam aspek fisik. Setiap luka di dalam tubuh-Nya mewakili setiap penyakit dan kelemahan di dalam tubuh kita. Karena itu, Alkitab berkata: “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Pet. 2:24b).
  3. Keselamatan dari kutuk. Mahkota duri di kepala-Nya mewakili kutuk yang telah dicabut/ dipatahkan dari kehidupan kita. Ingat, pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa, kutuk datang dalam kehidupan manusia dalam bentuk “semak duri dan rumput duri” (Kej. 3:18a). Jadi ketika semak duri dan rumput duri dicabut dan dianyam menjadi mahkota duri yang dikenakan pada Tuhan Yesus sesaat sebelum penyaliban-Nya (Mat. 27:29; Mrk. 15:17), itu adalah tindakan profetik yang menggambarkan bahwa kutuk itu telah dicabut/ dipatahkan dari kehidupan kita.
  4. Keselamatan dari masalah-masalah kejiwaan. Cercaan, ejekan, olok-olok, pengkhianatan dan ditinggalkan sendiri di kayu salib tanpa dukungan siapa pun adalah pukulan yang ditanggungkan ke dalam jiwa Tuhan Yesus, dan hal itu mewakili kesembuhan jiwa kita.
  5. Keselamatan dari kemiskinan. Saat disalibkan, Yesus dalam keadaan telanjang. Ketelanjangan-Nya mewakili kemiskinan kita. Itu sebabnya, Alkitab berkata bahwa ketika Yesus mati di kayu salib, Ia rela menjadi miskin supaya kita menjadi kaya (2 Kor. 8:9).

Bahan diskusi dan penerapan

  1. Apakah arti keselamatan bagi Anda?. Apakah arti keselamatan yang Anda yakini itu, sesuai dengan makna keselamatan yang baru saja dibahas dalam pertemuan ini?
  2. Jika Anda mengevaluasi kehidupan Anda sekarang, apakah Anda yakin telah mengalami secara nyata seluruh aspek keselamatan yang telah tersedia melalui penebusan Yesus?

Pertemuan 2

II. Kebangkitan Yesus mengalirkan kuasa dan kehidupan-Nya yang mengubahkan.

Kuasa yang telah membangkitan Yesus adalah kuasa yang sama yang melahirkan kita kembali menjadi manusia baru (I Pet. 1:3). Itu bukan kuasa untuk memperbaiki kehidupan tetapi kuasa untuk mengubahkan kehidupan. Seorang yang hidup di dalam kejahatan, sewaktu-waktu bisa saja berbuat baik, tetapi bukan kehidupan yang diubahkan. Kehidupan yang diubahkan baru terjadi saat kuasa kebangkitan Yesus masuk ke dalam diri seseorang dan mengubahkannya menjadi manusia baru. Perubahan dalam Alkitab sering menggunakan istilah metamorpho (perubahan yang terjadi dari seekor ulat menjadi kupu-kupu).

Beberapa analogi (perbandingan) yang digunakan Alkitab untuk menjelaskan bagaimana kehidupan dan kuasa Yesus dialirkan ke dalam diri kita:
a. Analogi pohon dan ranting anggur
Yesus adalah pohon anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya (Yoh. 15:5). Kita tahu bahwa dari pohonlah ranting menerima aliran kehidupannya. Demikian juga, dari Yesuslah kita menerima aliran kehidupan dan kuasa dalam kehidupan kita. Itu sebabnya kita harus senantiasa melekat erat pada Yesus.
b. Analogi kepala dan tubuh (Ef. 4:15-16).
Selama tangan saya masih tersambung dengan tubuh saya, maka ia akan menyerap kehidupan dari tubuh saya, kehidupan akan mengalir ke dalam tangan saya. Segera setelah tangan ini terpisahkan dari tubuh saya, entah oleh penyakit atau oleh kecelakaan atau oleh apa pun itu, tangan itu akan segera mati, sama dengan yang lainnya. Sekalipun dia pernah hidup, ia akan mati karena kehidupan tidak mengalir lagi ke dalamnya. Saat ada pasokan darah mengalir Anda akan merasakan bahwa tangan Anda hidup.

Jika tidak ada aliran darah, maka tangan Anda mati. Tanpa pasokan gizi dan aliran kehidupan, secara perlahan-lahan, ia akan menjadi daging mati, mulai membusuk, dan mati.
Demikian juga kita, selama kehidupan dan kuasa Yesus dialirkan ke dalam hidup kita, maka kita akan menerima segala yang kita perlukan untuk dapat hidup suci, berkemenangan, menerima segala kelimpahan dan kekuatan untuk memuliakan Allah.

Bahan diskusi dan penerapan.

  1. Menurut Anda, bagaimanakah caranya agar kehidupan dan kuasa Yesus terus-menerus mengalir dan bekerja di dalam diri Anda?
  2. Menurut Anda, apakah jadinya jika kehidupan dan kuasa Yesus terus-menerus mengalir dan bekerja di dalam diri Anda dan seluruh anggota care cell?

Pertemuan 3

III. Kebangkitan Yesus menghancurkan pekerjaan-pekerjaan Iblis

I Yohanes 3:8b berkata “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” Di dalam kematian-Nya di kayu salib Tuhan Yesus telah melucuti kekuatan Iblis dan roh-roh jahat (Kol.2:15). Kuasa Yesus yang menghancurkan pekerjaan-pekerjaan Iblis itu kini juga telah mengalir ke dalam hidup kita karena Yesus telah bangkit dari kematian dan hidup di dalam diri kita melalui kehadiran Roh Kudus yang mendiami kita.

Yesus sendiri memberi perintah kepada kita “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Itu sebabnya, kini kita dapat mengusir roh-roh jahat yang merasuk kehidupan seseorang. Entah roh-roh jahat itu bekerja dalam bentuk:
a. Membuat seseorang menjadi gila (seperti orang gila di Gerasa, Markus 5:1-13).
b. Sakit (seperti wanita yang bungkuk, Lukas 13:10-13).
c. Membuat kehancuran ekonomi (seperti yang terjadi pada Ayub, Ayub 1:6-19).
d. Membuat seseorang terlibat okultisme/ perdukunan (seperti orang-orang di Efesus, Kisah Para Rasul 19:18-20).

Murid-murid Yesus berhasil melakukannya (Luk. 10:17), Anda pun pasti berhasil karena Yesus memberi jaminan untuk menyertai Anda. Karena itu praktekkanlah kuasa itu baik dalam pertemuan care cell maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Bahan diskusi dan penerapan.

  1. Ingatlah, apakah ada anggota keluarga Anda atau orang yang Anda kenal mengalami salah satu dari ke-4 hal di atas?
  2. Doakanlah mereka bersama-sama, dan usirlah segala pekerjaan Iblis yang mencoba merusak kehidupan mereka dalam nama Yesus!

Pertemuan 4

IV. Kebangkitan Yesus memberikan otoritas kepada kita saat bersaksi.

Yesus berkata “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (Mat. 28:18-19). Dengan menyatakan itu, setelah kebangkitan-Nya, berarti Yesus menegaskan bahwa setiap kesaksian kita dalam pemberitaan Injil akan diteguhkan dengan kuasa-Nya.
Otoritas itu membuat kita menjadi pemberi bukti. Bukti bahwa Yesus telah dibangkitkan dari kematian adalah adanya tanda-tanda dan mujizat dalam pelayanan atau penginjilan. Seperti para murid, mereka pergi memberitakan Injil kepada segala penjuru, dan Tuhan meneguhkan kesaksian mereka dengan tanda-tanda (Mrk. 16:20).
Kalau Yesus bangkit dari antara orang mati, pastilah Ia masih tetap melakukan pekerjaan yang sama seperti yang dahulu pernah Ia lakukan, karena Yesus tetap sama baik dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya (Ibr. 13:8). Kalau dahulu Yesus mencelikkan mata orang buta, membuat yang bisu berbicara, yang tuli mendengar, orang sakit kusta sembuh, yang lumpuh bangkit berjalan, yang mati dibangkitkan. Maka sekarang Ia pun berbuat hal yang sama melalui kita. Jadi jangan takut, melainkan giatlah bersaksi, Anda pasti berhasil. Pasti akan banyak orang yang percaya melalui kesaksian Anda. Pasti akan banyak orang disembuhkan dari sakitnya dalam nama Yesus ketika Anda bersaksi.

Bahan diskusi dan penerapan.

  1. Anda telah diberi otoritas oleh Yesus, menurut Anda, bagaimanakah cara mempraktekkan otoritas tersebut?
  2. Saat murid-murid mendapat tekanan dan aniaya, mereka berdoa supaya Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk menyembuhkan orang, dan mengadakan tanda-tanda dan mujizat oleh nama Yesus (Kisah. 4:30). Karena itu, jika ada anggota care cell yang sakit, atau anggota keluarga Anda yang sakit Anda pun dapat mendoakan hal yang sama. Praktekkanlah sekarang!

Oleh: Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …