
BELAS KASIHAN
Matius 9:9-13
Matius 9:13. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
“Hai Jim, mana Tia?” sapa Harry sahabatku.
“Tia, sakit lambung, tapi dia sudah baikan,” jawabku
Sebelum berangkat aku menyuapiku istriku, Tia, semangkuk bubur. Dia sudah bisa tidur dengan tenang. Dengan seizinnya aku berangkat ibadah malam Natal. Aku berjanji akan cepat pulang. Selesai ibadah, dengan cepat aku pulang sambil menenteng sekotak nasi makan malam sebagai tanda kasih dari gereja. Malam ini aku akan makan bersama Tia. Langkahku kupercepatan sambil merenungkan khotbah malam natal tadi. “Hadiah Natal apakah yang Engkau ingini, Tuhan Yesus? Apakah yang bisa aku berikan?” tanyaku dalam hati
Tiba-tiba langkahku terhenti, mataku tertuju pada seorang ibu tua yang sedang mengemis. Aku teringat khotbah malam Natal tadi, kasihilah sesamamu manusia. Ya, itu kado natal terindah yang Tuhan Yesus inginkan dan aku bisa memberikannya. Aku masih punya segengam beras yang bisa aku jadikan bubur. Aku mendekati ibu tua itu dan memberikan nasi kotakku. Ibu itu sangat berterima kasih.
Sesampaiku di rumah, aku ceritakan pada istriku. Malam Natal ini aku tidak punya uang dan makanan. Aku minta maaf pada istriku. Tia tersenyum bangga padaku. Aku masih mempunyai sedikit beras dan akan memasaknya untukku dan istriku.
Pada saat itu pintu di ketuk, ketika kubuka ternyata, Harry dan teman-teman dari gereja berkunjung untuk menjenguk Tia. Mereka membawa banyak makanan dan hadiah Natal. Saat itu aku bersyukur karena aku bisa memberikan hadiah Natal untuk Tuhan Yesus. Tuhan Yesus pun menjamu aku dan istri melalui sahabat-sahabatku ini dan Tia pun semakin sehat.
Hadiah Natal terindah adalah saat aku mengasihi sesamaku manusia.
Doa: “Bapa dalam nama Yesus, aku persembahkan hadiah untuk-Mu, yaitu mengasihi-Mu melalui mengasihi sesamaku. Amin.”
Bacaan Setahun: Wahyu 12:10-18; Ibrani 10:31-39; Yehezkiel 47:21-48:35; Zakharia 4.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung