
MEMBERI DENGAN SUNGUT-SUNGUT
2 Korintus 9:6-11
Filipi 2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.
Jika Anda mempunyai anak kecil atau dekat dengan anak-anak, Anda pasti sudah melihat kejadian ini berulang-ulang. Anak tertua mendapat mainan mungkin sebuah mobil-mobilan istimewa yang menjadi kesayangannya. Malahan, mobil-mobilan itu dimainkan sampai usang. Pada suatu hari mobil-mobilan itu bertengger di atas meja tanpa ada yang menyentuh. Datanglah si adik perempuan yang kemudian bermain dengan mobil-mobilan itu. Belum sempat menikmati permainannya, si kakak datang menyambar. “Ini mobil-mobilanku!” ia sama sekali tidak mau berpisah dengan benda penting itu.
Berapa banyak orang tua yang akan berkata, “Biarkan adikmu memainkannya,” dan dijawab, “Baiklah. Ini, Dik? Mustahil! PUNYAKU! PUNYAKU!” Itulah jawabnya. Anda hampir saja mematahkan tangan putra Anda hanya untuk mengambil mobil-mobilan itu darinya. Ia tidak mau menyerahkannya. Semakin dipaksa, semakin ia menggengam mainan itu dengan erat.
Itulah gambaran memberi dengan “sungut-sungut”. Namun, yang luar biasa, pendekatan standar dalam pencarian dana menyebabkan orang-orang merasa dipaksa. Tahukah Anda, paksaan menimbulkan keterpaksaan. Jika dipaksa melakukan sesuatu, Anda akan merasa enggan untuk melakukannya.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk memberi tidak dengan bersungut-sungut atau karena terpaksa, tetapi berilah dengan penuh sukacita, karena Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kita, supaya kita senantiasa berkecukupan, bahkan berkelebihan (ay. 8).
Jadikan momen Natal ini sebagai kesempatan untuk kita saling berbagi dengan tidak bersungut-sungut.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau memberi dengan tidak bersungut-sungut. Amin.”
Bacaan Setahun: Wahyu 11:15-19; Ibrani 10:8-18; Yehezkiel 45:18-46:18; Zakharia 2.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung