Darah yang Menyelamatkan

psngembTidak ada darah yang begitu, sempurna, berharga, berkuasa dan dinantikan selain darah Yesus

Sebab jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus yang oleh Roh yang kekal telah memepersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah pada Allah yang hidup Ibrani 9:13-14

Pada hari terakhir kemenangan Perancis dari serbuan tentara Jerman, seorang prajurit menulis sepucuk surat kerumahnya,”kami melihat begitu banyak hal yang aneh yang terjadi di medan peperangan, kami melihat seorang serdadu SS Jerman dengan wajah kejam keras dan ganas dibawa masuk dalam keadaan luka parah; dia memerlukan transfusi darah dan dokter mengatakan kepadanya, serdadu Jerman itu dengan wajah angkuh menanyakan “apakah ini darah Inggris ? “ya darah Inggris yang baik “, jawab sang dokter dan ia menambahkan:” bila engkau menolak transfusi engkau akan mati, kalau begitu jawab sang serdadu Jerman dengan angkuh “ saya lebih baik mati”, tidak lama kemudian jenazahnya dibawa keluar untuk dikuburkan, tidak heran bila orang Inggris berteriak di pintu “ betapa bodohnya orang itu”….

Dari cerita diatas kita menyimpulkan setiap orang yang menolak menerima pengampunan dan penebusan lewat darah Yesus dan memilih mati dalam kesia-siaan adalah orang bodoh, jelas sikap semacam ini adalah sebuah keangkuhan yang sia-sia. Sayang sekali di dunia ini peristiwa seperti ini terus berlanjut, orang menolak keselamatan dan berusaha untuk menyelamatkan dirinya dengan caranya sendiri, melalui penyiksaan diri, melalui perbuatan baik, melalui kesalehan dan ketaatan agamawi. Padahal ada cara yang begitu mudah yaitu dengan menerima kemurahan Tuhan, tangan-Nya yang penuh kasih terulur untuk memberi keselamatan sejati secara cuma-cuma.

Keadaan kita tanpa penebusan sama seperti prajurit Jerman itu. Tanpa harapan, tanpa daya dan kebinasaan. Satu-satunya jalan adalah menerima kasih karunia yang diulurkan Yesus di kayu salib bagi kita. Menerima transfusi Darah yang mahal. Darah perjanjian telah tersedia bagi kita. Yang bukan hanya menyelamatkan kita untuk sementara; tapi untuk selama-lamanya. Yang perlu kita lakukan ialah dengan rendah hati meneriman Nya.

Oleh: Pdt. Simon Irianto

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …