Amsal 14:17-18
Amsal 14:17. “Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.”
Seorang wanita sedang menunggu di sebuah loby travel, 1 jam sebelum keberangkatannya ia membeli buku bacaan, dan sekantong kue pada sebuah mini market. Setelah duduk dan asyik membaca buku yang baru dibelinya, ia melihat seorang pria disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua kue yg berada di tengah mereka. “Tidak tahu diri,” gumamnya. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Wanita itu pun sempat berpikir dan bergumam di dalam hatinya, “Saya semprot nih orang lama-lama.” Setiap ia ambil kue, pria itu juga mengambil kue tersebut.
Dalam hatinya lagi, “Ya ampun, ini orang tidak tahu berterima kasih.” Saking kesalnya dia pun menghela napas, dan saat pengumuman keberangkatan dia pun merasa lega.
Lalu ia mengumpulkan barangnya dan menuju mobil yang ia tuju tanpa menoleh pada si pria tadi. Ia bergegas, serasa lepas dari suasana kikuk dan kesal. Ia naik mobil dan duduk di kursinya. Ketika ia mau mengambil buku yang akan dibaca, ia merogoh tasnya, ia menahan nafas…dan kaget. Ternyata di situ ada kantong kuenya, di depan matanya!!
Dalam hidup ini, kisah tadi sering kali terjadi. Kita sering berprasangka buruk dan melihat orang selalu salah dengan pandangan kita.
Hidup kita ditentukan oleh perkataan firman Tuhan. Seharusnya apa pun yang terjadi, baik keadaan, suasana hati, yang di sekeliling kita tidak mengenakkan adalah alarm untuk mengecek kondisi roh kita, apakah kita condong pada Tuhan atau pada keadaan. Kita harus berani memutuskan untuk selalu upgrade hati kita untuk tertuju pada kemuliaan Tuhan, agar ego kita setiap hari dikikis dan Terang Tuhan semakin bersinar melalui hidup kita. (NK).
Doa: “Bapa, kikislah ego kami dan murnikan hati kami dengan kuasa firman-Mu, agar kami tidak mudah berprasangka buruk dan menyalahkan orang lain. Biarlah terang kemuliaan-Mu yang menuntun hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
