Renungan Harian (17 Februari 2016)

17TUJUAN HIDUP YANG SESUNGGUHNYA

Yesaya 43:1-7

Yesaya 43:7. “Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang kubentuk dan yang juga Kujadikan!”

Seorang pelajar yang sudah memiliki cita-cita akan memiliki cara belajar yang berbeda dengan orang yang belum memiliki cita-cita. Bukan hanya dalam cara belajar, tingkat ketaatan pada disiplin sekolah pun akan berbeda sebab dia akan berjuang secara maksimal untuk meraih cita-citanya tersebut. Sebaliknya, pelajar yang tidak memiliki cita-cita akan melalui serangkaian aktivitas di sekolah hanya sebagai rutinitas dan terkadang akan membosankannya.

Demikian juga bagi orang yang mengetahui tujuan hidupnya dengan benar akan berbeda dalam menjalankan aktivitas kehidupannya, jika dibandingkan dengan orang yang tidak mengetahui arah maupun tujuan hidupnya. Kitab Yesaya 43:7, secara jelas menyatakan bahwa kita yang dibentuk dan dijadikan oleh tangan Allah sendiri, harus hidup mempermuliakan Dia. Inilah tujuan hidup yang sesungguhnya. Jadi, ketika kita bertanya, untuk apa saya dibentuk dan terlahir di dalam dunia ini? Jawabanya kembali ke kitab Yesaya tersebut.

Teladan kita dalam mempermuliakan Allah di sorga adalah Yesus Kristus sendiri. Tuhan Yesus mempermuliakan Bapa di sorga dengan ketaatan secara total untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa (Yohanes 17:4). Demikian juga dengan kita ketika kita bertanya, bagaimana cara saya untuk hidup mempermuliakan Dia? Jawabannya adalah hiduplah dengan penuh ketaatan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Orang yang sudah memahami tujuan hidup tersebut tidak akan hidup sembarangan lagi, tidak akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah, melainkan memiliki kehidupan yang berpadanan dengan perintah Allah.

Intinya, akan ada perbedaan antara orang yang memahami tujuan hidupnya dengan orang yang tidak memahami tujuan hidupnya. Tujuan hidup kita yang susungguhnya adalah hidup mempermuliakan Allah. Hidup yang mempermuliakan Allah akan taat secara total terhadap perintah Allah dan tidak akan hidup sembarangan menurut kemauannya sendiri. Dia akan mempersembahkan tubuhnya secara utuh kepada Tuhan,senantiasa selalu memperkatakan kebesaran Allah melaui ucapan maupun nyanyian, kemempersembahkan hartanya untuk pekerjaan Tuhan, dan mampu menjadi saksi bagi orang yang belum percaya.

Doa: “Berilah kekuatan kepadaku ya Tuhan, untuk mempermuliakan nama-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …