Renungan Harian (7 Agustus 2015)

hana

HANA

1 Samuel 1:1-18

Mazmur 3:5. “Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.”

Salah satu hal yang dapat melumpuhkan kemampuan seseorang adalah ejekan-ejekan yang dilontarkan orang lain kepadanya. Hampir tidak pernah ada orang yang tidak mengalami ejekan. Ejekan tersebut mungkin karena kegagalan yang kita alami, mungkin juga karena kekurangan fisik kita atau ketidakmampuan finansial kita. Semua hal tersebut dapat menjadi bahan ejekan orang lain. Dan hampir tidak ada orang yang kebal terhadap efek negatif dari sebuah ejekan. Tetapi hari ini, mari kita belajar dari seorang wanita yang bernama Hana. Ia mampu melepaskan diri dari kepahitan dan kesedihan yang diakibatkan oleh ejekan madunya, Penina.

Dikelilingi oleh suami yang tidak mengerti dirinya, madunya yang selalu mengejek, bahkan Imam Eli pun menghakiminya dengan mengira ia seorang pemabuk (1 Sam. 1:14), tetapi Hana mampu menang dengan cara menaruh pengharapannya penuh kepada Allah (ay.10). Ia mencurahkan kepedihan hatinya kepada Allah. Dan, saya percaya, bahwa wajah Hana yang kemudian tidak muram lagi itu disebabkan karena ia telah menerima janji Allah dan percaya penuh, bahwa Allah akan menggenapinya.

Kita diciptakan untuk menjalin hubungan dengan Allah; dan ketika jalinan hubungan itu menjadi semakin intim, ini tidak hanya menyatakan kehadiran-Nya tetapi juga kuasa-Nya. Doa yang mengungkapkan betapa kita terluka adalah doa yang pasti diterima Allah, karena sesungguhnya doa itu mengungkapkan kepercayaan kita kepada Allah.

Ketika kita terluka dan masuk ke dalam hadirat-Nya, kita akan menemukan cara pandang yang benar tentang hal yang sedang kita alami, dan juga penghiburan, karena kita telah mempercayakan masalah –baik itu ejekan atau kerinduan hati yang mendalam – kepada satu Pribadi yang mampu membebaskan, menghibur dan menolong kita. Dan seperti Hana, biarlah hidup kita hanya kita dasarkan pada perkataan Allah dan bukan perkataan manusia.

Doa: “Engkau adalah Sahabat terbaik yang pernah kumiliki, ya Tuhan Yesus. Aku percaya, bahwa Engkau mengasihi dan memberkatiku. Dan bagi-Mu, aku sungguh berharga. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …