TANYA JAWAB MENGENAI VAKSINASI COVID-19

Oleh: Hanna Goenawan dr., M.Kes.,PhD

1. Bagaimana reaksi tubuh setelah mendapatkan vaksin?
Pada sebagian besar kasus, ditemukan rasa nyeri dan tidak nyaman pada tempat terjadinya penyuntikan. Selain itu, Anda dapat merasakan demam setelah mendapatkan vaksin. Hal itu menandakan bahwa sistim imun Anda sedang bekerja untuk meningkatkan antibody.

2. Bagaimana reaksi tubuh setelah pemberian vaksin kedua?
Reaksi tubuh setelah pemberian vaksin kedua mungkin lebih berat dibandingkan vaksin pertama.
Efek samping ini merupakan hal yang normal, sebagai tanda bahwa tubuh kita sedang membentuk antibody sebagai perlindungan terhadap COVID-19. Efek samping ini akan hilang dalam waktu beberapa hari.

3. Apakah saya dapat meminum anti nyeri setelah mendapatkan vaksin?
Konsultasikan dengan dokter bila Anda ingin meminum anti nyeri. Pada umumnya, kita dapat meminum obat anti nyeri yang umum setelah vaksinasi. Namun, tidak disarankan untuk meminum obat anti nyeri sebelum vaksinasi dilakukan, walaupun dengan tujuan menghindari efek samping.

4. Saya adalah penyintas COVID-19. Apakah saya harus divaksin?
Ya, Anda tetap harus mendapatkan vaksinasi, karena penelitian belum dapat menentukan berapa lama Anda terlindung dari COVID-19 setelah sembuh dari COVID-19. Vaksinasi akan memperbaiki keadaan imunitas Anda terhadap serangan COVID-19.

5. Berapa lama kita terlindung dari COVID-19 setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19?
Hingga saat ini, belum diketahui berapa lama durasi perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi. Namun, vaksinasi merupakan pilihan yang terbaik dan aman untuk menghindarkan kita dari infeksi COVID-19 dan mencegah penularan lebih lanjut dari COVID-19.

6. Saya memiliki penyakit komorbid, apakah saya bisa divaksinasi?
Penderita penyakit komorbid dapat menerima vaksin COVID-19 kecuali bila memiliki terjadi reaksi alergi berat terhadap vaksin atau zat pencampur vaksin. Vaksinasi justru disarankan bagi mereka yang memiliki komorbid oleh karena komorbid dapat meningkatkan resiko tertular COVID dengan gejala berat.

7. Apakah vaksin COVID-19 mengandung microchip?
TIDAK. Vaksin COVID-19 tidak mengandung microchip. Vaksin dibentuk untuk membangun kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit. Bukan untuk mendeteksi keberadaan Anda. Vaksin terbentuk dari protein, komposisi genetic, cairan elektrolit. TIDAK TERDAPAT kandungan metal pada vaksin COVID-19.

8. Apakah setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19 akan membuat test COVID-19 menjadi positif?
TIDAK. Tidak terdapat bukti bahwa pemberian vaksin COVID-19 akan membuat tes infeksi virologi menjadi positif (Antigen atau PCR). Tetapi setelah pemberian vaksin COVID-19 maka tes antibody memberikan hasil positif. Hasil tes Antibodi COVID-19 positif menandakan bahwa Anda pernah menderita COVID-19 atau vaksin yang Anda terima telah meningkatkan jumlah antibody COVID-19 di dalam tubuh Anda.

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …