
RAHASIA DOA YANG DIJAWAB TUHAN
Lukas 1:5-20
Lukas 1:13. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
Zakharia dan Elisabet merupakan keluarga yang takut akan Tuhan bahkan sampai masa tua mereka tetap melayani Tuhan. Namun, mereka juga punya pergumulan, yakni tidak mempunyai keturunan. Bagi bangsa Israel, tidak mempunyai keturunan bisa dianggap sebagai aib. Namun secara ajaib, di masa tuanya, Tuhan menjawab doa Zakharia dan Elisabet dengan memberikan keturunan yang kemudian diberikan nama Yohanes. Dari kisah ini, kita bisa belajar untuk:
Satu, berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 1:13). Zakharia telah berdoa untuk memperoleh keturunan sejak awal pernikahannya bahkan sampai masa tuanya. Demikianlah kita juga harus berdoa dengan tidak jemu-jemu untuk pergumulan yang sedang kita hadapi, maka Tuhan akan menjawab doa kita tepat pada waktu-Nya.
Dua, dalam doa ada kepentingan Tuhan (Lukas 1:16-17). Yohanes dipakai oleh Tuhan untuk membaptis Yesus di sungai Yordan untuk menggenapi kebenaran firman Tuhan. Kita harus berdoa, upaya melalui kerinduan, pergumulan dan harapan yang Tuhan jawab menjadi sarana untuk bersaksi dan memberitakan Injil.
Tiga, dalam doa harus fokus kepada kuasa Tuhan (Luk. 1:18-20). Jika kita berdoa maka kita harus fokus kepada kuasa Tuhan, jangan fokus kepada hambatan, tantangan dan rintangan dalam pergumulan yang sedang terjadi. Perhatikanlah, awalnya Zakharia tidak percaya bahwa istrinya akan melahirkan karena sudah tua. Karena itulah, sebagai tanda Zakharia dibuat Tuhan menjadi bisu. Hal ini penting supaya Zakharia tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bisa melemahkan iman istrinya (Luk. 1:61-64).
Ingat selalu, bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Luk. 1:37).
Doa: “Tuhan Yesus, kami tidak akan jemu-jemu berdoa karena kami tahu, bahwa bagi-Mu tidak ada yang mustahil. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 16:1-11, Filipi 2:12-18, Yeremia 11:18-12:17, 1 Tawarikh 9-10.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung