Renungan Harian 10 Agustus 2021

MENGHUJAT PEMIMPIN

Keluaran 22: 28-31

Kisah Para Rasul 23:5. Jawab Paulus: “Hai saudara-saudara, aku tidak tahu, bahwa ia adalah Imam Besar. Memang ada tertulis: Janganlah engkau berkata jahat tentang seorang pemimpin bangsamu!”

“Menghina Allah bukan hanya terdiri atas tindakan menghujat secara terbuka, yang harus dihukum mati (Im. 24:11), tetapi juga tindakan mengabaikan ancaman-ancaman-Nya dalam hubungannya dengan tidak memperhatikan anggota-anggota umat-Nya yang miskin (ay. 22-27), dan tindakan tidak memberikan kepada mereka apa yang seharusnya mereka terima (ay. 29-31).

Pemuka dalam bahasa aslinya nasiy’ (secara harfiah, an excalted one, orang yang dimuliakan) disebut di samping Allah sebab dalam kedudukannya yang tinggi dia bertugas untuk menjalankan hukum Allah di antara umat-Nya.

Perhatikanlah, bahwa perintah ini terkait erat bukan hanya dengan bagian sebelumnya, tetapi juga dengan bagian sesudahnya.

Di mana ada ketidakpuasan, di situ ada pemberontakan terhadap kepemimpinan. Ketidakpuasan itu bisa pula bercampur dengan iri hati.

Jika pemimpin di negeri kita belum berhasil membawa pada kemajuan yang kita rindukan, tugas kita adalah turut serta mewujudkan impian bersama itu, bukannya mencela dan membiarkan pemimpin kita kerja sendiri.

Mari kita belajar menghargai, menghormati para pemimpin kita yang sudah melakukan banyak hal untuk kemajuan rakyatnya.

Doa: “Kami tidak ingin berkata jahat tentang para pemimpin kami, sebaliknya mau belajar menghormati mereka karena Engkau ya Allah. Amin.”

Bacaan Setahun: Yohanes 9:35-41; Galatia 3:15-29; Yesaya 52:13-54:17; I Raja-raja 1.

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …