
DIA MAHATAHU
Amsal 5:21-23
Amsal 5:21. Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.
Apa yang akan dilakukan ketika seseorang menyadari, bahwa ada CCTV yang dipasang ketika ia berada di sebuah tempat? Tentu dia sangat berhati-hati terhadap sikap dan gerak geriknya, sebab dia tahu sekalipun tidak ada orang di ruangan yang sama, tetapi dia bisa diawasi dari jauh.
Alkitab berkata segala jalan orang terbuka di depan mata Tuhan, artinya tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Segala sesuatu di dunia dapat diketahui bahkan yang belum terjadi sekalipun. Sayangnya, banyak orang seperti mengabaikan atau tidak memedulikan kehadiran Tuhan, sehingga seakan–akan menganggap Tuhan tidak tahu ketika melakukan dosa. Tuhan melihat dengan jelas segala sesuatu yang kita lakukan. Dia memeriksa ke mana saja kita pergi. Ketika kita melakukan kesalahan, maka kita akan terperangkap oleh dosa kita sendiri. Dosa kita menjadi tali yang menangkapnya.
Firman Tuhan menyatakan, bahwa orang jahat mati karena tidak mau diatur. Mereka terjerat oleh keinginannya sendiri. Sesungguhnya Tuhan mengetahui semua hal yang ada di dalam hati manusia sebelum menjadi dosa. Menyadari dan dengan sengaja melakukan dosa berarti menganggap Tuhan tidak ada atau tidak memedulikan-Nya. Oleh sebab itu, orang percaya wajib berhati-hati terhadap pikiran, perkataan dan perilakunya masing-masing. Hal itu menunjukkan, bahwa kita menghormati keberadaan Tuhan dalam hidup kita.
Saat kita menghargai Tuhan, maka otomatis sikap kehati-hatian kita bukan dipicu karena ketakutan kita akan diawasi (seperti layaknya CCTV), tetapi lebih kepada rasa hormat terhadap kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Bukankah Tuhan selalu hadir di manapun kita berada? Bila kita mengerti, bahwa Ia ada di dekat kita, maka bukankah kita wajib menghormati Dia? Menjaga diri terhadap dosa berarti menghargai kehadiran Allah dalam hidup kita.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, beri aku hati yang takut akan Engkau. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 6:25-31; II Korintus 8:1-9; Yesaya 32; II Samuel 8-9.
GBI Pasir Koja 39 Bandung