
KASIH MENGATASI PERBEDAAN
Efesus 4:2-3
Efesus 4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Kristus memberi diri-Nya dan dengan berkorban membuat anugerah Allah menjadi pengalaman kita. Ketika kita diizinkan Allah menanggung kesusahan hidup, kasih Kristus akan membuat kita tetap berpengharapan dan menanggung dengan sabar sambil terus berdoa. Orang yang hidup dalam kasih Kristus selalu melimpah dengan sikap beranugerah kepada sesama, demikian juga kasih yang sama membuat kita selalu ingin memberkati, berbagi, bukan mengutuk, apalagi membalas jahat dengan jahat! Kasih akan membuat kita tidak menjahati sesama, tetapi melakukan hal yang membangun dan membuat indah hidup sesama. Orang percaya yang konsekuen melanjutkan kasih Kristus dalam hidup keseharian akan berdaya besar menaklukkan kejahatan dengan kebaikan.
Kasih tak boleh pura-pura, sebab bila demikian kita sendiri mendustai orang yang kita kasihi, sebab mengasihi sesama adalah perintah Tuhan yang harus ditaati. Kasih yang sudah kita terima dari Tuhan, dan yang menjadi teladan bagi kita, itu yang mempersatukan kita dalam suatu persekutuan kasih, baik dalam kalangan sendiri, dan terlebih lagi didalam keluarga dan terhadap pasangan kita.
Kasih tak salah menilai baik diri sendiri maupun orang lain; maka ia tak meninggikan atau merendahkan diri maupun orang lain. Kasih akan menghasilkan suasana saling menghormati. Menghormati orang lain bukan karena kapasitas manusiawi, tetapi karena penilaian Allah sendiri.
Doa: “Bapa, seperti Engkau mengasihi aku ajarkan aku juga mengasihi dengan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 21:25-38; I Korintus 10:25-11:1; Kidung Agung 5:2-6:3; Hakim-Hakim 10:1-11:28.
GBI Pasir Koja 39 Bandung