
ADULAM
Mazmur 142
1 Samuel 22:1. Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.
Daud hanyalah rakyat biasa. Dia seorang gembala domba, kemudian diurapi menjadi raja. Dia berhasil mengalahkan Goliat dan berhasil mengalahkan bangsa Filistin. Daud dipuji rakyat, mengalahkan musuh berlaksa-laksa. Namun, itu tidak menjadikannya seorang raja yang berkuasa. Malah sebaliknya dikejar-kejar raja Saul untuk dibunuh. Dalam pelariannya, dia tidak mendapatkan tempat di negerinya sendiri. Akhirnya dia lari ke tempat musuhnya, di Gat. Dia bahkan pura-pura gila di hadapan raja Akhis! Ini merupakan salah satu titik terendah dalam hidupnya. Daud menyadari dia kehilangan segalanya. Orang tuanya pun dititipkan. Tidak ada lagi predikat sebagai pahlawan. Dia adalah orang yang paling dicari dari pemerintahan Saul.
Akhirnya dia berlari ke gua Adulam. Di Gua Adulam inilah Daud bertemu secara pribadi dengan Tuhan. Dari gua Adulam inilah dilahirkan seorang raja besar dan para pahlawan gagah perkasa.
Namun, bagaimana kita tahu bahwa Daud mendapatkan Tuhan di dalam gua Adulam? Dalam Mazmur 142, Daud mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan dan Tuhan menguatkan Daud.
Sebelum Tuhan mengubah masalah kita, Ia mengubah hati kita. Bagi Tuhan menyelesaikan masalah terlalu mudah karena Ia Maha Kuasa. Hati yang berubah untuk percaya pada-Nya kadangkala perlu waktu yang lama. Di gua Adulam, Daud tidak ada pilihan lain. Tuhan ingin mengajar, bahwa kita tidak boleh egois tapi justru jadi berkat di tengah kesulitan. Di tengah kehilangan kita, Tuhan bekerja. Allah menghibur kita supaya kita dapat menghibur orang lain. Tuhan tidak pernah membiarkan pengalaman yang pahit dalam hidup kita begitu saja. Tuhan selalu bekerja! Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan tapi kita tahu siapa yang pegang masa depan. Itulah iman!
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau belajar percaya kepada-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 8:1-15; Roma 10:1-8; Amsal 3; Ulangan 12:1-28.
GBI Pasir Koja 39 Bandung