TIMBANGAN TUKANG ROTI DAN MENTEGA
Amsal 11:1-6
Amsal 11:1. “Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.“
Di sebuah desa kecil terdapat seorang tukang roti dan seorang petani. Tukang roti membeli satu kilogram mentega dari si petani, tetapi ia curiga, bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu dan benar, bahwa berat mentega kurang dari satu kilogram. Ia lalu melaporkan kasus penipuan itu kepada hakim setempat dan si petani sekarang berada di pengadilan.
Saat sidang, hakim bertanya kepada petani, “Apakah kau memiliki sebuah timbangan?“
“Tidak!“, jawab petani.
“Lalu bagaimana kau bisa menimbang mentega yang selalu kau jual kepada tukang roti?“ tanya hakim.
Petani itu menjawab,”Oh, itu mudah sekali dijelaskan. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram, sebagai penyeimbang, saya gunakan saja roti seberat satu kilogram yang saya beli dari tukang roti itu.“
Bersikap curang atau licik adalah hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, tetapi bersikap jujur dan benar adalah hidup yang berkenan di hadapan Tuhan. Ketika hidup kita berkenan Tuhan, maka pintu berkat akan dibukakan Tuhan bagi kita dan bahkan kita akan menerima lebih dari apa yang kita pikirkan, takaran yang melimpah akan Tuhan berikan dalam hidup kita. (NK).
Doa: “Terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan kami untuk hidup dalam kejujuran, baik dalam perkataan maupun perbuatan kami, agar kami dapat menjadi saksi-saksi-Mu yang memuliakan nama-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung