
KASIH ALLAH
Lukas 15:1-7
Matius 18:11. Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.
Tidak ada berkat lain yang dapat saya berikan kepada Anda, tidak ada pemberian yang sedemikian berharga, tidak ada harta yang sedemikian menyegarkan, tidak ada sesuatu apa pun yang dapat mencukupkan Anda untuk perjalanan yang sedang kita lakukan, selain memberitahu Anda bahwa Seseorang sedang bergiat mencari Anda. Ia bukanlah Allah yang berdiam diri. Ia terus menerus memikirkan Anda. Harga yang telah dibayar-Nya tidak masuk akal, bukan? Salib bukanlah tebusan yang sangat bermartabat. Setidaknya, itu merupakan tumpahan kasih dan kemuliaan yang melimpah atas kita. “ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk orang-orang berdosa”. “Seorang gembala yang memiliki 100 ekor domba dan seekor diantaranya tersesat…, meninggalkan yang 99 ekor dan mencari yang tersesat itu sampai ia menemukannya.”
Allah seperti gembala itu. Itu saja sudah cukup untuk membuat saya tertawa dan menangis. (David A. Redding, Jesus Makes Me Laugh with Him)
Mungkin saat ini ada dari kita yang sedang tersesat, tidak tahu jalan yang benar, tidak ada yang peduli, semua meninggalkan saat kita terpuruk, rasanya berada di jalan buntu, tidak tahu lagi harus kemana dan bagaimana. Tahukah Anda bahwa Yesus, sang Gembala Agung, selalu mencari yang sedang tersesat, tidak peduli seberapa dosa yang telah Anda perbuat, seberapa jauh Anda tersesat, Dia akan membawamu ke jalan yang benar.
Ya, itulah kasih Allah kepada manusia, Dia rela berkoban untuk menanggung semua dosa kita, Dia yang tidak berdosa menjadi berdosa karena kita dengan mati di kayu salib, menanggung semua hukuman yang harusnya manusia terima.
Bersyukurlah untuk kasih Allah yang tak pernah habis dalam hidup kita.
Doa: “Tuhan Yesus, sungguh indah dan sempurna kasih-Mu atasku. Meski dunia menolakku tetapi Engkau selalu menerimaku. Terima kasih Bapa. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 1:57-66; Roma 1:8-17; Mazmur 119:137-152; Bilangan 25.
GBI Pasir Koja 39 Bandung