
TETELESTAI
Yohanes 19:18-30
Yohanes 19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
“Sudah selesai” dalam Bahasa Yunani “tetelestai”, artinya: mencapai tujuan akhir, menyelesaikan, menjadi sempurna. Kata ini menyatakan keberhasilan akhir dari sebuah tindakan. Anda berkata tetelestai saat memegang copy akhir skripsi Anda. Tetelestai juga boleh Anda gumamkan saat membayar angsuran terakhir kredit laptop Anda.
Pelukis tua abad pertengahan memandangi lukisannya dengan penuh ketelitian, setengah mengaguminya. Tidak ada lagi yang perlu ia tambahkan, semuanya tampak sempurna. Tidak satu pun goresan yang tidak berada pada tempatnya. Lukisannya telah selesai, tidak akan ada perbaikan. “Tetelestai,” gumamnya penuh kemenangan.
Lebih dari satu milenium sebelumnya, seorang pematung Yunani tidak akan mengucapkan kata ini walaupun patungnya tampak sempurna. Patung tanpa bagian yang perlu dipahatkan lagi. Ia baru berani mengatakan karyanya tetelestai hanya bila yakin itu tidak akan menjadi onggokan sampah. Tetelestai ia ucapkan bila yakin karyanya memiliki pengaruh di masa yang akan datang. Kata ini hanya cocok untuk sebuah karya yang bukan hanya sekedar sudah jadi.
Itulah yang diucapkan Yesus ketika Dia di atas kayu salib dan akan menyerahkan nyawa-Nya (ay. 30).
Tetelestai ini lebih menekankan apa yang Yesus maksudkan. Perfect tense Yunani menggambarkan kegiatan yang telah sepenuhnya selesai, tetapi memiliki konsekuensi sepenuhnya di masa selanjutnya. Ini berbicara tentang aksi yang telah selesai di masa lalu dengan hasilnya yang tetap berlanjut di masa sekarang.
Kita bersyukur karena Yesus sudah menyelesaikannya bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk hari-hari ke depan pun Dia sudah selesaikan. Apalagi yang kita perlu takuti? Untuk selamanya, Dia tetap menjamin kehidupan kita.
Doa: “Kami bersyukur, karena Engkau mati dan hidup, maka ada hari esok bagi kami. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 13:24-37; Kisah Para Rasul 25:1-12; Mazmur 112-113; Bilangan 12.
GBI Pasir Koja 39 Bandung