
DENGARLAH SUARA ALLAH
Roma 2:14-15
Kisah Para Rasul 24:16. Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.
Allah ingin memperdengarkan suara-Nya kepada kita dengan tujuan membimbing ke jalan benar, menegur perilaku salah, menolong kita saat menghadapi keputusan sulit. Allah memperdengarkan suara-Nya kepada kita melalui hati nurani kita.
Hati nurani kita seringkali menjadi petunjuk Allah untuk membimbing langkah hidup kita ke jalan yang benar. Pada saat kita tidak jujur, hati nurani kita pasti akan terganggu dengan kehilangan damai sejahtera, sampai kita mengakui bahwa suara hati nurani benar. Hati nurani menjadi saksi atas perilaku kita entah benar atau salah. Orang bisa menipu polisi, hakim dalam pengadilan setelah melakukan hal yang jahat, tetapi seseorang tidak mungkin bisa menipu diri sendiri, sebab hati nuraninya akan menuduh bahwa dia memang melakukan hal yang jahat.
Allah menggunakan hati nurani kita, karena hati nurani itu jujur dan tidak pernah memihak. Hati nurani bersuara secara netral sebagai hakim dalam diri kita. Apabila sudah bersuara tidak bisa dibantah oleh siapa pun termasuk diri kita sendiri. Hati nurani pasti benar, sebab di situlah Allah menanamkan hukum moral dalam diri manusia, supaya kita tahu mana yang benar dan jahat.
Jujurlah terhadap hati nurani sendiri supaya jalan hidup kita penuh damai sejahtera. Akuilah salah bila hati nurani kita mengatakan apa yang sebenarnya telah kita perbuat, agar murka Allah tidak menimpa kita di hari pengadilan nanti. Pertajam hati nurani kita dengan perenungan firman Allah setiap hari agar suaranya semakin nyaring terdengar. Jangan menjadi bebal sehingga hati nurani kita menjadi tumpul. Biarlah hati nurani kita bersuara dalam hidup kita dan menuntun hidup kita untuk hidup selaras dengan kehendak Allah.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau hidup dengan hati nurani yang murni. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 10:32-52; Kisah Para Rasul 22:17-22; Mazmur 105; Bilangan 7:1-29.
GBI Pasir Koja 39 Bandung