
APRESIASI
Efesus 4:1-16
Efesus 4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Seorang pemuda sukses secara akademis melamar posisi manajerial. Pada wawancara terakhir Direktur bertanya, “Apakah Anda memperoleh beasiswa?”
Pemuda itu menjawab, “Tidak. Ibu yang membiayai sekolah saya. Ibu pencuci pakaian. Ayah meninggal ketika saya berumur satu tahun,”
Direktur bertanya, “Apakah kamu membantu ibumu mencuci?” Pemuda itu menjawab, “Tidak pernah, Ibu selalu ingin saya belajar.” Direktur berkata, “Saya punya permintaan. Bersihkan tangan ibumu, lalu temui saya besok.”
Ketika pulang, dia dengan senang hati meminta untuk membersihkan tangan ibunya. Pemuda itu perlahan membersihkan tangan ibunya. Air matanya jatuh saat dia melakukan itu. Pertama kalinya dia memperhatikan tangan ibunya keriput dan beberapa luka menyakitkan. Pemuda itu menyadari, bahwa sepasang tangan yang mencuci pakaian setiap hari untuk membayar biaya sekolah. Luka di tangan sang ibu adalah harga yang harus dibayar untuk masa depannya. Pemuda itu pun diam-diam mencuci semua sisa pakaian.
Paginya, Direktur bertanya, “Ceritakan apa yang telah dipelajari kemarin?” Pemuda itu menjawab, “Saya membersihkan tangan Ibu dan menyelesaikan cucian yang tersisa. Tanpa Ibu, tidak akan ada saya yang sukses. Saya menyadari betapa sulit menyelesaikan sesuatu tanpa bekerja sama.”
Direktur berkata, “Inilah yang saya cari untuk menjadi manajer. Seseorang yang dapat menghargai bantuan orang lain, mengetahui penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, dan seseorang yang tidak menempatkan uang sebagai satu-satunya tujuan hidupnya. Anda diterima.” Pemuda ini bekerja keras, dan membawa bawahannya bekerja dengan rajin sebagai satu tim.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar aku menghargai pengorbanan orang lain dan dengan rendah hati bekerjasama dengan orang lain. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 9:30-50; Kisah Para Rasul 21:15-26; Mazmur 99-101; Bilangan 4.
GBI Pasir Koja 39 Bandung