
KOMUNIKASI YANG BENAR
Kejadian 3:1-9
Yesaya 59:2. “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”
Ketika Adam dan Hawa diciptakan hubungan antara Allah dan manusia begitu dekat. Tetapi ketika mereka berdosa, itu menjadi pemisah antara Allah dan manusia. Dosa atau pelanggaran hukum kasih memisahkan mereka dari Allah. Tetapi Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, ”Di manakah engkau?” Allah tidak membiarkan manusia hilang dan binasa begitu saja. Allah mau berhubungan dengan manusia melalui doa mereka yang dipersembahkan di dalam nama Yesus Kristus.
Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka sarana komunikasi manusia kepada Allah adalah melalui doa. Doa sangat berperan untuk menyampaikan segala kehendak manusia kepada-Nya. Doa menghubungkan manusia dengan Allah dan menyangkut-pautkan kelemahan manusiawi dengan kuasa Allah yang tidak ada batasnya.
Alkitab mengatakan, bahwa Allah mendengarkan manusia (Mazmur 17:6), maka manusia dapat percaya ketika dirinya berada dalam hubungan yang benar dengan Allah dan dia berbicara kepada Allah, maka Allah mendengarkan dia.
Alkitab itu firman Allah, maka manusia dapat percaya bahwa ketika dirinya berada dalam hubungan yang benar dengan Allah dan dia membaca Alkitab, secara harafiah dia mendengar Allah bersabda. Bahwa hubungan yang benar dengan Allah dibutuhkan untuk komunikasi yang sehat antara Allah dan manusia.
Mari jalin komunikasi yang benar dan erat dengan Tuhan Yesus, yang selalu mendengarkan doa anak-anak-Nya.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, melalui karya-Mu di kayu salib, kami dapat berkomunikasi yang erat dengan Bapa. Amin.”
Bacaan Setahun: Matius 24:1-28; Kisah Para Rasul 13:50-14:7; Mazmur 46-47; Keluaran 34:1-35:29.
GBI Pasir Koja 39 Bandung