
TETAP BERTAHAN DI TENGAH BADAI
Lukas 8:22-25
Lukas 8:24. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Guru, Guru, kita binasa!” Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.
Kita melihat berbagai fenomena alam yang terjadi belakang ini. Sungguh makin terasa, bahwa memang keadaan bumi tidak semakin membaik tetapi justru memburuk. Ini terbukti dengan adanya cuaca atau iklim yang sungguh ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya. Belum lagi pandemi Covid-19 yang sudah hampir 10 bulan belum kunjung usai. Tetapi ironisnya, orang Kristen sekarang ini ikut hanyut mengalami ketakutan-ketakutan seperti orang dunia lainnya.
Ketika mengalami badai topan di danau, sayangnya murid-murid Tuhan sibuk mengandalkan kekuatannya sendiri menghadapi badai tersebut padahal Yesus yang sering mereka lihat mengadakan mukjizat ada di perahu itu. Ketakutan melanda murid-murid-Nya di tengah badai tapi untung mereka membangunkan Yesus dan Yesus menenangkan badai tersebut serta mempertanyakan kepercayaan murid-murid-nya.
Bagaimanakah sikap orang Kristen dalam menghadapi badai kehidupan? Ada beberapa hal yang harus dilakukan orang Kristen agar tetap bertahan di tengah badai:
- Percaya pada Tuhan Yesus. Sikap percaya, bahwa Tuhan akan memberi jalan keluar bagi badai kehidupan yang kita alami.
- Saling membangun sesama orang percaya. Orang percaya harus saling membangun dan jangan saling menjatuhkan atau menyelamatkan diri masing-masing.
- Sabar dan tekun. Jika kita ingin berhasil dan sukses, hiduplah dengan kesabaran dan ketekunan. Lakukan yang terbaik dengan tekun dan sabar menjalani proses-proses yang Tuhan izinkan kita lewati (baca Ibrani 10:36).
Sikap inilah yang harus kita miliki dalam menghadapi badai. Percayalah, badai ini pasti berlalu.
Doa: “Kuatkan dan teguhkanlah kami ya Tuhan Yesus dalam melalui badai kehidupan ini. Amin.”
Bacaan Setahun: Matius 13:1-23; Kisah Para Rasul 7:35-43; Mazmur 6-7; Kejadian 42-43.
GBI Pasir Koja 39 Bandung