Renungan Harian 22 Desember 2020

KEMANUSIAAN

Lukas 2:41-52

Lukas 2:49. Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”

Lukas menggambarkan kemanusiaan murni dari Yesus, bahwa sebagai anak-anak, Ia bertumbuh secara fisik dan intelektual. Namun, Lukas juga memaparkan keilahian-Nya yang Yesus sendiri sadari, dari apa yang Yesus ucapkan, bahwa, “Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku.”

Sekali lagi, Yusuf dan Maria masih harus menjalani “proses pembelajaran” mengenai siapa diri Yesus. Setelah seharian mencari Yesus, akhirnya mereka menemukan-Nya sesudah tiga hari. Yesus ada di Bait Allah, sedang belajar bersama para ahli keagamaan. Cara belajar-mengajar keagamaan Yahudi waktu itu memang lebih banyak melalui saling bertanya dan menjawab.

Peristiwa ini menunjukkan, bahwa Yesus telah memiliki kesadaran tentang pentingnya ibadah, bahkan pada usia semuda itu. Di usia dua belas tahunlah seorang anak Yahudi memang bersiap-siap menjalani ujian Taurat sebelum diterima sebagai anggota komunitas keagamaan Yahudi.

Kata “Bapa-Ku” menunjukkan kesadaran adanya hubungan yang khusus antara diri-Nya dengan Sang Bapa. Rata-rata orang Yahudi yang saleh menggunakan istilah yang lebih hati-hati, “Bapa kami”, walaupun dalam doa pribadi.

Sekali lagi, Maria menyimpan semua ini dalam hatinya dan merenungkannya. Merenungkan kembali sejauh mana jati diri Kristus telah ditunjukkan kepadanya. Di sini kita melihat pertama kali dari sisi diri Kristus sendiri, kedekatan-Nya dengan Sang Bapa sebagai Sang Anak. Namun, Yesus tetap taat kepada Yusuf dan Maria, dan ikut pulang ke Nazaret. Rupanya Yesus juga menunjukkan, bahwa tidak mungkin taat kepada Allah tanpa ketaatan kepada orang tua. 

Kita patut bersyukur dengan fakta, bahwa Kristus sungguh-sungguh menjadi manusia. Kesediaan Kristus untuk menjalani semua sisi dari kemanusiaan-Nya merupakan bukti betapa besar kasih Allah akan dunia ini.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku bersyukur untuk kehadiran Tuhan Yesus sebagai manusia yang merupakan anugerah terbesar-Mu. Amin.”

Bacaan Setahun: Wahyu 16; Ibrani 11:24-31; Daniel 4; Zakharia 8.

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …