
NATAL = MEMBERI
Matius 6:1-4
Kisah Para Rasul 20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”
Sepasang suami-istri berjalan pulang setelah bekerja sebagai buruh tambang. Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan seorang tua yang timpang yang sedang duduk meminta-minta. Suami istri ini kemudian mengeluarkan seluruh isi dompetnya yang hanya berisi koin-koin dan memberikannya kepada si timpang sambil berkata: “Selamat Natal.” Kehidupan mereka pas-pasan saja, tetapi sikap mereka sungguh luar biasa. Mereka pulang dengan berjalan kaki sampai ke rumahnya dan tetap bersukacita. Perjalanan itu tidak akan melelahkan mereka karena tindakan untuk memberikan apa yang mereka miliki kepada si timpang telah mengerjakan keajaiban besar yang meringankan langkah dan melapangkan hati mereka.
Ada damai sejahtera dan sukacita ketika kita belajar melakukan firman Tuhan dan membagikan kasih Yesus yang ada di dalam hati kita kepada orang lain. “Kepuasan dan kebahagiaan tidak selalu didapatkan melalui apa yang kita terima melainkan juga melalui apa yang kita berikan.” Natal berbicara tentang pemberian Allah yang terbesar bagi manusia. Tukang tambang dan istrinya telah membuat pilihan yang luar biasa, bukan saja bagi orang timpang itu tetapi juga bagi diri mereka sendiri. Tuhan mengerjakan keajaiban tersendiri di dalam hati mereka karena pemberian itu. Keajaiban yang tidak dimiliki oleh mereka yang memiliki banyak harta, namun tidak pernah mengingat orang-orang yang menderita.
Suami isteri buruh tambang itu telah menyediakan tempat yang layak bagi Yesus di dalam hati mereka karena sekalipun kekurangan, mereka tetap membagikan kasih Yesus kepada yang lain. Mungkin kita memiliki lebih dari sekedar uang koin yang dapat kita berikan. Berikanlah, agar orang-orang dapat menikmati kehadiran Sang Juruselamat itu.
Doa: “Terima kasih untuk teladan-Mu, ya Kristus. Kami mau hidup sebagai pemberi seperti-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Wahyu 3:1-13; Ibrani 6:1-8; Yehezkiel 34; Nahum 2
GBI Pasir Koja 39 Bandung