
PENGORBANAN NATAL
Matius 2:1-12
Matius 1:21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.
Natal berbicara tentang pengorbanan, sebab kelahiran Yesus adalah pengorbanan Dia untuk manusia. Berbicara pengorbanan ada kisah menarik dan mengharukan yaitu cerita pendek klasik karya O. Henry yang berjudul The Gift of the Magi (Persembahan Orang Majus) yang mengisahkan tentang Jim dan Della, pasangan suami istri muda yang mengalami kesulitan keuangan. Ketika Natal semakin dekat, masing-masing dari mereka ingin memberikan hadiah istimewa kepada pasangannya, tetapi dana yang tidak mencukupi membuat mereka melakukan tindakan yang ekstrem. Milik Jim yang paling berharga yaitu jam saku emasnya, sementara milik Della yang berharga yaitu rambut panjangnya yang indah. Jadi Jim menjual jam sakunya agar dapat membeli sejumlah sisir untuk rambut Della, sedangkan Della menjual rambutnya untuk membeli rantai bagi jam saku Jim. Mengharukan bukan? Ya, itulah pengorbanan.
Pengorbanan merupakan hakikat sekaligus ukuran dari cinta sejati. Pemikiran itu sangat sesuai dengan makna Natal. Natal adalah sebuah pengorbanan yang menggerakkan Yesus Kristus lahir. Yesus Kristus lahir untuk mati bagi kita. Itulah sebabnya malaikat memberitahukan Yusuf, “Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21)
Pengorbanan Yesus sudah terbukti dengan Dia telah rela mati di kayu salib untuk kita. Tahta yang Maha mulia dan Maha agung Dia tinggalkan untuk datang ke dunia yang hina ini, semua karena kasih-Nya. Ketika hari ini kita merayakan Natal, mari renungkan kasih dan pengorbanan-Nya bagi kita dan pengorbanan apa yang kita persembahkan untuk Dia yang rela mati untuk kita.
Doa: “Yesus kupersembahkan hatiku dan hidupku untuk kemuliaan-Mu sebagai cinta kasihku pada-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Wahyu 2:1-17; Ibrani 5:6-10; Yehezkiel 32; Mikha 7
GBI Pasir Koja 39 Bandung