
PUJIAN KEMENANGAN
2 Tawarikh 20:1-30
2 Tawarikh 20:22. Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
Kita tidak pernah tahu kapan musuh datang menyerang, karena kalau tahu, maka kita pasti dalam posisi sigap dan berjaga-jaga. Berita buruknya, musuh datang menyerang kehidupan kita tanpa disangka-sangka dan tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Yosafat yang diserang secara tiba-tiba oleh suatu laskar besar yang terdiri dari orang-orang bani Moab dan bani Amon, ditambah sepasukan orang Meunim.
Mendapatkan serangan secara mendadak, Yosafat menjadi takut (2 Tawarikh 20:3a). Reaksi alamiah seseorang ketika dihadapkan pada masalah yang sangat berat adalah takut.
Dalam keadaan sangat terdesak biasanya orang tidak bisa berpikir secara jernih, yang dipikirkan adalah bagaimana caranya keluar dari ‘lubang jarum’ secepatnya atau mendapatkan jalan keluar secara instan, di mana pikiran pasti langsung tertuju kepada manusia atau sesamanya.
Apa yang Yosafat lakukan ketika serangan datang?
- Mencari dan meminta pertolongan Tuhan (ay. 3, 4)
- Menyuruh pasukannya menyanyikan pujian untuk Tuhan (ay. 21)
Ketika nyanyian itu dikumandangkan, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap Bani Amon dan Moab (ay. 22). Akhir dari apa yang dilakukan Yosafat dan pasukannya adalah: Mereka kembali ke Yerusalem dengan sukacita, karena TUHAN telah membuat mereka bersukacita karena kekalahan musuh mereka. Mereka masuk ke Yerusalem dengan gambus dan kecapi dan nafiri, lalu menuju rumah TUHAN (ay. 27-28)
Mari selalu kumandangkan pujian, apalagi saat kita dalam kesesakan, dan dapatkan kemenangan yang Dia janjikan.
Doa: “Tuhan Yesus kami mau terus mengumandangkan pujian kepada-Mu, sebab Engkau lah panji kemenangan kami. Amin.”
Bacaan Setahun: 1 Yohanes 3:11-18; Filemon 1:1-17; Yehezkiel 16:53-17:24; Amos 4
GBI Pasir Koja 39 Bandung