
TUJUAN HIDUP – TUJUAN TUHAN
Lukas 5:27-32
Yohanes 18:37. Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”
Tujuan kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia adalah untuk memberi kesaksian tentang kebenaran.
Lewi/Matius dipanggil oleh Yesus pada waktu ia ada di rumah cukai. Ia masih hidup di dalam dosa. Sebetulnya pekerjaan sebagai penagih pajak bukanlah dosa, tetapi tindakan korupsinyalah yang jelas adalah dosa. Tetapi ia dipanggil oleh Yesus, ini menunjukkan kasih Allah kepada orang berdosa!
Yesus memanggil seorang pemungut cukai yang adalah orang yang hina, artinya kalau Anda adalah orang yang dianggap hina oleh masyarakat, janganlah takut untuk datang kepada Yesus! Jangan takut/enggan memberitakan Injil kepada orang yang dianggap hina atau brengsek! Kalau di sini Kristus memanggil orang yang hina, maka kita juga harus mau dipakai sebagai alat-Nya untuk memberitakan Injil kepada orang yang dianggap hina.
Saya mendengar kesaksian Jim Yost yang menginjili orang yang hina/brengsek, yang tidak dianggap oleh masyarakat, tapi setelah bertobat, orang ini menginjili sesamanya, dan akhirnya terbentuklah komunitas/persekutuan orang-orang yang tadinya dianggap hina, tapi mereka sekarang menjadi orang-orang mulia di dalam Kristus.
Mari kita satukan tujuan hidup kita juga dengan tujuan Tuhan Yesus, menjadi saksi kebenaran, jangan diam, karena banyak orang sedang menuju kebinasaan.
Doa: “Ampuni kami yang terlena dengan kenyamanan dan melupakan bahwa Engkau memiliki tujuan khusus untuk kami lakukan, yaitu mengasihi orang berdosa dan membawa mereka kepada-Mu, ya Kristus. Amin.”
Bacaan Setahun: 1 Petrus 1:13-16; 1 Timotius 1:18-2:7; Yeremia 49:17-39; Nehemia 4.
GBI Pasir Koja 39 Bandung