
TANGGUNG JAWAB
Yehezkiel 2:1-10
Yehezkiel 3:18. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! –dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
Cara Tuhan memanggil Yehezkiel, tidak seperti ketika Tuhan memanggil Samuel (1 Sam. 3:10). Tuhan memanggil Yehezkiel: “Hai anak manusia! (Yeh.2:10).” Alasannya adalah karena Tuhan ingin mengingatkannya, bahwa ia juga manusia yang mempunyai tanggung jawab atas manusia lain. Sebelumnya ia seorang yang tidak peduli dengan keadaan orang lain, ia sedang bersenang-senang secara pribadi, tetapi di sini Tuhan ingin mengingatkan tanggung jawabnya atas orang lain. Karena itu firman Tuhan ini juga berlaku bagi setiap orang yang merasa dirinya manusia.
Tuhan ingin berbicara kepada Yehezkiel dengan satu syarat, yaitu, “Bangunlah!” (ay.1). Tuhan tidak akan berbicara dengan orang yang tidur, yang hanya duduk-duduk santai, tetapi Ia mau berbicara kepada orang yang bangun dan berdiri.
Yehezkiel berpikiran, bahwa ia hanya mau berbicara kepada orang yang mau mendengarkan saja. Tetapi di ayat 5: Berbicaralah kepada mereka yang mau mendengarkan maupun yang tidak, supaya mereka mengetahui, bahwa ada nabi di tengah-tengah mereka.
Sekali lagi firman Tuhan ini bukan hanya bagi Yehezkiel, tetapi bagi semua orang yang mendengar firman-Nya, karena Ia berfirman, “Hai anak manusia!”
Melalui firman Tuhan ini kita diingatkan, bahwa kita sebagai manusia punya tanggung jawab atas manusia lain sesama kita. Bangun dan berdiri! Katakan kepada Tuhan, aku siap Tuhan.
Doa: “Kami siap diutus oleh Engkau untuk memberitakan Injil, baik bagi mereka yang mau mendengarkan maupun yang tidak. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
Bacaan Setahun: 1 Petrus 1:10-12; 1 Timotius 1:12-17; Yeremia 49:1-16; Nehemia 3.
GBI Pasir Koja 39 Bandung