
KRISIS IDENTITAS DIRI
1 Yohanes 2:1-6
1 Petrus 2:9. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”
Zaman sekarang hampir semua orang menggunakan gadget. Selain untuk berkomunikasi, gadget digunakan untuk mengkomunikasikan siapa dirinya yang sejati. Mulai dari status diri, gambar diri, komentar diri. Saat bermedia sosial sebenarnya secara tidak sadar sedang menunjukkan siapa kita yang sebenarnya.
Banyak yang menggunakan media sosial bukan untuk menyaksikan siapa dirinya di dalam Kristus tetapi justru untuk mencari dan memamerkan identitas dirinya yang sedang menghadapi krisis. Ketika suami atau istri tidak dihargai oleh pasangannya, maka ditumpahkan melalui statusnya di media sosial, dengan harapan ada komen dari orang lain. Orang ini sedang mencari penghargaan untuk memenuhi identitas dirinya yang terhilang dalam keluarga. Sungguh sangat memprihatinkan bila kita sebagai anak – anak Allah sampai berbuat hal seperti itu.
Sebenarnya kita memiliki identitas istimewa sebagai imamat rajani, maka hidup kita sudah seharusnya menjadi teladan bagi banyak orang. Hidup kita harus sesuai dengan identitas jati diri kita yang sebenarnya. Sebagai anak Tuhan seharusnya kita tidak mengalami krisis identitas diri.
Namun sayangnya masih banyak orang yang mengaku anak Tuhan, justru mencari identitas diri melalui status dan gambar diri yang dipamerkan di media sosial. Bangga apabila jati dirinya menjadi viral dan mendapatkan banyak respon dari orang lain.
Pergunakan media sosial untuk bersaksi tentang kasih dan kebesaran Allah yang telah mengubah kehidupan kita, agar nama Allah dimuliakan dan Tuhan Yesus dikenal banyak orang. Jadilah bijaksana dalam menggunakan media sosial sehingga nama Kristus dimuliakan.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, beri aku hikmat untuk bijaksana menggunakan media sosial. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 21:20-25, 1 Tesalonika 2:7-12, Yeremia 32, 2 Tawarikh 24-25
GBI Pasir Koja 39 Bandung